ini karya ku setelah sekian lama, akhirnya aku membuat FF tentang salah satu member 2PM chansung, si Chanana ini memang seorang namja yang tinggi, ganteng plus keren. ceritanya agak rumit sich, semoga readers sekalian mengerti jalan ceritannya. yohaa~ selamat membaca
I’m yours
Author : Little Mawang
Gendre : Romance
Cast : Chansung 2PM
Staring : Yoona, Suzy, UEE, Min
_____________________________________________________________________________
I’m yours
Oktober, 13’st 2010
“jie young kau disini?”
“ah chaerin onnie, apa kabar?”
“baik, lalu siapa yang ku lihat bersama chansung tadi?”
“eum?? Maksud onnie?”
“aku melihat chansung menonton konser di lapangan kampus bersama seorang wanita, aku kira itu kau ternyata bukan ya” chaerin onnie tersenyum terlihat sedikit dipaksakan, mungkin untuk menutupi rasa bersalahnya.
“ah itu mungkin teman satu jurusannya”
“eum pasti begitu ah jie young, onnie pergi dulu ya masih banyak urusan”
“eum, sampai jumpa onnie” chaerin onnie merupakan seniorku waktu di SMA dan kebetulan ia juga memilih jurusan dan kampus yang sama denganku. Hah~ lagi-lagi chansung berjalan dengan wanita lain kemarin suzy sekarang yoona ku rasa besok harinya untuk UEE, kenapa ia selalu melakukan ini padaku? Kalau tak menyukaiku lagi lebih baik putuskan? ia selalu begitu seenaknya saja memperlakukanku, mestinya ia tak menerima cintaku? Mungkin karena aku yang menyatakan cinta duluan ia memandang rendah padaku. Awalnya ku pikir hanya dengan memilikinya dan mencintainya itu sudah cukup, ternyata aku salah aku egois aku juga ingin ia mencintaiku, aku juga ingin ia mengakuiku sebagai pacarnya. Yah chansung-ah tak bisakah kau mencintaiku walau hanya sejam, ah tidak cukup 5 menit saja itu sudah cukup.
Flashback
“I I itu chansung-ah”
“eum? Kenapa?” ia membungkukkan badannya membuat kepalanya sejajar dengan tubuhku yang pendek ini, ia semakin membuatku grogi omo~ bagaimana ini?
“ itu a a a ap ap apa boleh aku menjadi kekasihmu?” aku merendahkan suaraku, apa yang ku lakukan? Hiks kenapa aku bisa berbicara demikian? Aduh dasar jie young bodoh!!, ia berdiri tegak dan membelakangiku. Benarkan ia tak mungkin menyukaiku, ‘Yah jie young-ah kau hanya mempermalukan dirimu sendiri’.
“ah maaf chansung, yang tadi tak usah dipikirkan aku hanya asal bicara” memalukan, setelah ini aku tak tahu harus bagaimana jika bertemu dengannya.
“apa kau yakin?”
“apa?”
“apa kau yakin ingin menjadi pacarku?” ia menatapku serius semakin membuatku tak enak saja.
“eum” aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dan berharap cemas mendengarkan lanjutan dari perkataannya. Tuhan tolong aku, aku ingin memilikinya, aku mohon berikan ia padaku.
“kau tahu aku kan? Aku suka membuat masalah, berkelahi, memukul dosen belum lagi sikapku yang keras kepala, aku juga memiliki banyak teman wanita, aku seorang idola remaja yang selalu menjadi sorotan public, apa kau yakin bisa menghadapi semua ini?”
” benar juga chansung itu idola, maknae 2PM yang selalu dicintai fans nya tapi yang ku sukai bukan chansung yang seorang idola, aku menyukai chansung yang berdiri dihadapanku sekarang”
“aku tak mengerti maksudmu?” aku juga tak mengerti apa yang ku bicarakan? Tapi setidaknya aku tak ingin berbohong pada diriku sendiri.
“aku juga tidak tahu apa yang ku katakan? Sepertinya sulit dijelaskan, tapi selama ini aku telah menyukai chansung bahkan sebelum kau mengenalku, sebelum kau menjadi bagian dari 2PM”
“hah? Kau ini aneh, lalu kapan kau mulai menyukaiku?”
“saat umurku 10 tahun” ucapku malu-malu
“benarkah sudah selama ini? Wow kau menggilaiku ya” ia tersenyum membuatku semakin grogi
“kenapa kau menyukaiku?” kenapa? aku juga bingung kenapa aku menyukainya ya? Ku rasa tak ada alasan untuk membencinya.
“karena kau tampan, tinggi, keren dan….”
“dan apa?”
“kau terlihat seperti appaku”
“appamu?” ia menatapku bingung.
“eum wajahmu sangat mirip appaku” jawabku polos
“hei apa kau father complex?”
“apa itu?”
“hah~ sudahlah, kau memang wanita yang sangat aneh” ya inilah akhir dari penyataan cintaku.
“tapi tak ada salahnya jika dicoba?” dicoba?
“apa itu maksudnya aku?”
“ya kau boleh menjadi kekasihku” apa aku bermimpi? Ku cubit kedua pipiku untuk menyakinkan semua ini nyata
“AAhkk”
“Yahhh! Kenapa kau mencubit pipimu sendiri? Kau ingin melukai dirimu sendiri? Dasar bodoh!!” ia memarahiku sambil mengelus kedua pipiku, omo~ kenapa ia sangat tampan?
“a a aku tak apa-apa” aku berusaha menjauhi tubuhnya.
“hahaha kau ini sangat lucu, tak usah begitu canggung denganku, kalau kau begitu terus aku malah merasa tak nyaman didekatmu” aku tak mengerti apa yang ia katakan?
“tapi kenapa menerimaku? Apa kau juga menyukaiku?” ia terdiam sejenak dapat kulihat ekspresi wajahnya berubah.
“entahlah, aku pun tak tahu tapi bagiku kau sangat menarik” menarik? Apa itu berarti ia jadi terpikat padaku?
“oh ya kalau nanti kau telah merasa bosan, merasa tak nyaman disampingku dan mulai merasa tersakiti oleh ku kau boleh berhenti menyukaiku dan kau boleh mencari pacar yang lain”
End flashback
Sekarang aku mengerti semua perkataannya padaku, apa ini saatnya aku berhenti menyukainya? apa ini saatnya aku mencari orang lain? Sayangnya aku tak menyukaimu chansung aku mencintaimu sangat mencintaimu dan tak pernah berhenti mencintaimu, aku harus bagaimana? Tolong katakan padaku! Walau aku bosan selalu kau acuhkan, walau aku telah merasa tak nyaman disampingmu, walau aku tersakiti olehmu hatiku tak bisa berhenti mencintaimu. Apa hanya aku yang mencintaimu? Apa kau tak mencintaiku? Kadang hatiku lelah, lelah sikap mu. Aku sudah gila, kau tahu semua kegilaan ini adalah kau.
“gukk gukk” suara anjing peliharaanku menyadarkanku.
“dogchan kau disini, kemari!” ia menuruti semua perintahku
“apa kau ingin bermain? Tapi saat ini aku tak ingin” ku elus tubuhnya, rambut tubuhnya sangat halus aku sangat suka saat tidur bersama dogchan. Dogchan menjilati tanganku
“maaf ya saat ini hatiku buruk, appa juga belum pulang sangat sepi hanya kau dan aku, aku rindu appa, apa kau juga merindukannya?” tak ada jawaban dogchan masih saja menjilati tanganku, ku peluk erat ia, tubuhnya sangat besar bahkan lebih besar dari boneka beruang yang diberikan appa saat ultahku yang ke 10. Apa appa baik-baik saja ya? Kenapa tak menelpon? Padahal aku ingin menceritakan semuanya pada appa, padahal ini hari ulang tahunku apa appa melupakannya? Tak hanya appa chansung juga melupakannya. Ternyata tak ada yang peduli padaku
Tess…!!
Entah mengapa air mataku menetes? Padahal aku tak ingin menangis, aku menangis sambil memeluk tubuh dogchan
“maaf dogchan aku pinjam tubuhmu sebentar” seperti mengerti perkataanku dogchan tak bergerak sedikitpun, ia membiarkanku menangis di tubuhnya. kenapa hanya kau yang peduli padaku? Kenapa hanya seekor anjing yang peduli padaku? Aku benar-benar kesal!! Appa dan chansung keduanya tak ada yang menghubungiku sekedar mengucapkan selamat ulang tahun saja, mereka jahat sangat jahat sebentar lagi sudah jam 12 malam itu berarti hari ulang tahunku sudah lewat.
Tik tok
Tik tok
Tik tok
Suara jam dinding semakin menusuk jantungku, membuatku sakit. Sudah lewat, sudah berakhir mereka mengucapkannya, mereka keterlaluan!! Kenapa tak ada yang ingat ini hari ulang tahunku?
Dogchan sepertinya ia tak mencintaiku? Kenapa hatiku begitu sakit? Kenapa ia sangat berbeda dari orang yang kulihat dulu, saat umurku 5 tahun itu pertama kali aku melihatnya, ia yang berlarian ditaman bersamamu dan appa yang menghampirinya dan membelai kepalanya, aku tak tahu kenapa appa dan ia sangat mirip di mataku? Aura appa dan ia sama. Appa tak pernah terlihat begitu gembira selama denganku dan umma tapi ketika bersamamu, berlari mengejarmu appa sangat telihat gembira kenapa begitu? Aku pun tak tahu.
Saat umurku 10 tahun aku satu sekolahan dengannya, aku hapal wajah itu, senyum itu juga mata yang mirip appa itu. tanpa sepengetahuannya aku selalu mengikuti kemana ia pergi, mata dan tubuhku tak bisa lepas darinya. Saat melihat ia menangis untuk pertama kalinya saat itu pula aku menyukainya, ia yang terlihat begitu tegar ternyata bisa menangis juga ia yang menangis sambil menaruh sebuah kotak di depan klinik hewan appa, ia menangisi mu dogchan, dogchan kecil yang kedinginan. Aku merengek pada appa untuk mengobatimu dan membiarkanmu tinggal bersama kami, aku ingin kau menjadi penghubung antara aku dan ia.
Ia satu-satunya, hanya ia yang ku cintaiku, aku harus bagaimana agar ia juga mencintaku? Memang benar ia adalah kekasihku tapi tak pernah sekalipun ku dengar kata cinta atau sayang darinya. Aku mengerti ia bukanlah orang yang begitu mudah mengucapkan hal-hal seperti itu tapi tak bisakah ia lebih dekat padaku, ia lebih memilih mendekati wanita-wanita lain di kampus, aku bosan dengan perasaan sakit ini ketika melihat atau mendengar kau berjalan dengan yang lain saat ku tanyakan kau malah dengan enteng menjawab ‘ia hanya temanku’ kau sudah begini aku tak bisa menjawab lagi aku takut jika aku meneruskannya aku akan kehilanganmu.
“jie young itu chansung kan?” aku melihat arah yang di tunjukkan chae rin onnie, ya benar itu chansung. Ia berjalan dengan UEE, mereka semakin mendekati kami.
“ya itu chansung dan UEE, onnie” aku memaksakan untuk tersenyum
“apa tak seharusnya kau menegurnya”
“ah tak perlu, sepertinya ia sibuk” melihatnya dengan tertawa dengan wanita lain sangat menyakitkan, kenapa kau tak pernah seperti itu padaku?
“chansung, apa kabar?” chae rin onnie menyapanya, aku berusaha memperlihatkan senyumku padanya walau ini sangat sakit
“baik noona, bagaimana dengan noona sendiri?” chansung tak mempedulikanku sama sekali
“baik, jie young apa kau..?”
“maaf noona lain kali kita sambung lagi, sebenarnya dosen tadi memanggilku jadi aku harus bergegas” belum sempat chae rin onnie menyelesaikan perkataannya chansung telah memotongnya.
“kalau begitu sampai jumpa noona, jie young” ia bergegas keruang dosen sambil menggenggam tangan UEE
“padahal aku hanya ingin menyuruhmu bersamaanya, akhir-akhir ini hubungan kalian tak baik ya?”
“ah tidak onnie, kita hanya sedikit sibuk jadi tak bisa sering bersama”
“begitu, syukurlah” aku memandangi bayangannya yang semakin jauh. Sebenarnya aku ini apa bagimu? Aku lelah chansung kenapa kau selalu begini padaku?
Setiap kali ku ajak bertemu kau tak memiliki waktu, tapi kau selalu punya waktu untuk wanita lain, apa kau telah bosan kepadaku? Sebenarnya apa salahku? Aku bosan selalu menunggumu mengucapkannya, baiklah akan ku katakan semuanya aku sudah lelah padamu chansung, kau hanya bisa menyakitiku.
Ku cari tahu alamat rumahnya memang selama ini ia tak pernah mengatakan apa-apa mengenai rumah atau pun keluargannya aku juga tak ingin mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaanku, aku ingin mengakhiri semuanya aku tak sanggup lagi jika terus ia acuhkan. Sebuah rumah yang mewah aku hanya berdiri menatapnya sambil terkagum-kagum ternyata chansung sangat kaya, aku melihat sepasang suami istri sedang menikmati tehnya sepertinya itu orang tua chansung.
“permi…….” Kata-kataku berhenti ketika aku mulai menyadari ternyata pria yang menikmati teh itu adalah appaku sendiri, kenapa appa disini?
“apa tak mengapa jika kau terus disini?” tanya wanita yang di depan appa, ia sangat cantik seperti seorang model papan atas.
“tak usah dipikirkan, min-ah telah lama meninggal jadi tak ada yang perlu kau cemaskan istriku” istriku? Kenapa appa memanggilnya istri?
“tapi apa anaknya tak curiga? Sudah 3 bulan lebih kau tak pulang”
“entahlah, aku hanya merasa lebih bahagia jika bersama kau dan chansung” chansung? Apa-apaan ini?
“apa kau tak mencemaskan putrimu dengan min-ah?”
“entahlah aku hanya merasa kasihan padanya, ibunya telah meninggal dunia walau aku appa kandungnya tapi tak ada sedikitpun rasa sayang padanya, kau tahu kan aku hanya menikahi min-ah untuk mengambil rumah sakit hewan ayahnya, aku bersyukur saat min-ah meninggal karena aku dengan lebih leluasa bisa bertemu dengan kalian, berpisah dengan kalian merupakan penderitaan terbesarku” serasa petir menyambar tubuhku, aku mulai menyadari kenapa aku merasa chansung sangat mirip dengan appa, kenapa dulu appa sangat bahagia bersama chansung, chansung adalah anak appa bersama wanita lain, itu berarti aku dan ia kakak-adik. Umma bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bahkan appa tak menyayangiku? Sekarang aku mengerti mengapa umma selalu menatapku sedih sangat bersama appa? Mengapa appa selalu mengacuhkanku? Mengapa appa tak ingat pada hari ulang tahunku? Karena ia sama sekali tak menyayangiku. Aku membencimu appa, kau membuat umma menderita bahkan sampai matipun umma tetap menyayangimu tapi kau tak pernah peduli kau selalu menghilang dan aku yakin kau pasti bersama wanita ini. Kenapa aku dan umma harus menderita seperti ini? Dunia ini tak adil!!
Dengan langkah lunglai aku meninggalkan rumah chansung, aku kembali teringat saat aku pertama kali melihat chansung, kenangan saat menyatakan cinta padanya, saat kencan walau aku hanya melakukannya 3 kali tapi itu cukup membuatku senang, kenangan saat kami ketaman hiburan merayakan ultah ku, ditahun berikutnya ditanggal dan bulan yang sama ia mengajakku kencan di taman pertama kali aku melihatnya bersama appa, tahun berikutnya juga ditanggal dan bulan yang sama ia mengajakku menonton konsernya bersama members 2PM lainnya, kenapa harus kau yang menjadi saudarahku? Tuhan kenapa kau mempermainkanku? Dari semua orang yang ada dibumi kenapa harus ia? Apa chansung juga tahu tentang ini?
Brukk
Aku menabrak orang, tubuh tersungkur begitu lemahnya diriku sampai bisa terpental, segera aku berdiri menatapi orang yang ku tabrak, yang ku lihat hanya chansung yang berdiri menatapku dingin bersama seorang wanita, kali ini aku tahu siapa wanita ini?
“apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dingin
“tidak ada, hanya iseng jalan-jalan, siapa dia?”
“oh, ini min ia juga anak asuhan JYP Entertaiment” wanita itu tersenyum padaku, sangat cantik walaupun tubuhnya pendek sepertiku tapi ia memiliki aura yang berbeda, aku rasa chansung pun lebih cocok dengannya.
“oh ya chansung ada yang aku ingin katakan”
“ya katakan saja”
“aku sudah bosan, aku juga merasa tak nyaman disampingmu, kau hanya menyakitiku aku ingin mencari orang lain dan menjadi kekasih orang lain tak mengapa kan?” aku berusaha mengucapkannya tanpa ekspresi walau ini sangat sakit.
“begitukah, baiklah kita akhiri disini, semoga kau dapatkan kekasih yang lebih baik dan tak menyakitimu” kenapa memasang wajah sedih? Bukannya kau tak mencintaiku, dengan begini kau bisa dengan leluasa berjalan dengan wanita-wanita lain.
“ya kita akhiri disini, terima kasih telah mengizinkannya menjadi kekasihmu selama ini, terima kasih” aku segera membalikan tubuhku, tidak! Jangan menangis didepannya jie young, kau hanya akan ditertawakannya.
“jaga dirimu” aku meninggalkannya begitu saja, tanpa melihatnya jika aku melihatnya aku tak yakin bisa melepasnya, lebih baik begini aku tak ingin menyakiti siapapun, lebih baik aku yang sakit.
Satu minggu sudah aku putus darinya, tak pernah ada kabar darinya juga appa? Mereka berdua sama saja, hanya bisa menyakitiku tapi aku tak bisa berhenti menyayangi juga mencintai mereka. Dogchan menempelkan tubuhnya di kakiku sepertinya ia ingin ku elus, ku peluk ia.
“sekarang hanya ada kita berdua dogchan, appa tak kan pulang karena ia telah memiliki keluarga yang lain, keluarga yang lebih utuh dan menyayanginya” ku elus-elus tubuhnya seperti biasa ia hanya diam membiarkanku memanjakannya.
“jika nanti ada seekor anjing yang kau sukai apa kau juga akan meninggalkanku? Dogchan aku mohon jangan tinggalkanku, yang aku miliki hanya kau, aku hanya punya dogchan didunia ini” tangis ku lepas, mungkin mataku sekarang bengkak seperti disengat lebah, aku juga sudah tak masuk kuliah selama seminggu ini tak ada niat untuk belajar.
“dogchan maukah kau kencan denganku?”
“gukk gukk”
“aku anggap itu jawaban iya” aku membawa dogchan ke tempat aku melihatnya pertama kali, taman tempat aku pertama kali melihat chansung dan dogchan.
“sudah lama ya tak kemari, bagaimana perasaanmu dogchan?” tak ada jawaban dogchan malah berlari meninggalkanku segera ku kejar ia sebelum jauh
“hei dogchan tunggu aku” aku mengejar dogchan, kenapa ia sangat bersemangat? Baiklah dogchan kita akan bermain kejar-kejaran sepuasnya.
“guk gukk guukk”
“hei dogchan jangan mengganggu orang” entah mengapa dogchan menggonggong seperti ini biasanya ia sangat baik dan diam.
“dogchan jangan seperti itu” sekarang dogchan menggigit ujung baju orang yang tertidur dibawah sebuah pohon
“dogchan jangan” aku berusaha melepaskan gigitan dogchan, kenapa juga ni orang tiduran disini? Belum lagi kakinya yang begitu panjang menghalangi orang berjalan saja.
“dogchan jangan!!”
“biarkan saja mungkin ia menyukainya” orang ini bangun, melepaskan topi yang selama tadi menutupi wajahnya, suara ini aku sangat mengenalnya? Bukankah ini suara chansung.
“chansung?” ia tersenyum padaku, senyum yang selama ini ingin ku lihat, kenapa baru sekarang ia berikan?
“Yahh!! Bukankan itu kau dogchanku” ia berteriak heboh melihat dogchan, dan entah mengapa dogchan begitu bersemangat melihatnya, benar aku rasa ini waktunya mengembalikan dogchan padanya, toh pada awalnya dogchan memang miliknya, dogchan juga terlihat gembira bersamanya.
“benar itu dogchanmu”
“jadi selama ini kau mengurusnya, aku kira ia sudah mati, umma tak menyukai hewan hanya aku dan appa yang menyukai hewan karena itu saat dogchan sakit aku membawanya sendiri ke sebuah klinik hewan tapi aku tak punya keberanian dan uang hingga harus meninggalkannya di depan klinik, maafkan aku ya dogchan” berbohong kau membawanya pada appamu kan? Kau ingin appamu menolongnya tapi kau tak berani masuk karena umma ku juga bekerja diklinik itu, berarti kau juga mengetahuinya, kenapa kau berbohong selama ini? Apa kau memang bermaksud menyakitiku?
“kau boleh membawanya pulang” chansung menatapku serius
“apa benar boleh?”
“ya, pada awalnya ia adalah milikmu, ummamu juga sekarang tak kan membencinya lagi karena ia juga seorang istri dokter hewan”
“kau?” kenapa begitu terkejut mendengar penyataanku? Aku benarkan?
“bagaimana kau tahu?”
“seminggu yang lalu aku kerumahmu, melihat seorang dokter hewan yang sangat ku kenal disana aku mengerti satu hal ternyata dunia ini begitu kejam padaku”
“jie? Kau mengetahuinya?” ia berdiri menatapku
“tahu apa? Tak ada yang ku ketahui selain appa yang selama ini aku hormati ternyata memiliki anak dari wanita lain, seorang namja yang selama ini aku cintai ternyata membohongiku dari pertama bertemu” ia hanya bisa diam, dogchan hanya berdiri disampingnya tanpa melakukan apa-pun.
“kenapa kau dan appa sangat jahat pada ummaku dan aku? Apa salah kami?” air mataku mengalir deras
“jie….”
“kenapa dari semua pria dibumi ini harus kau yang menjadi saudarah ku? Kenapa semua mempermainkanku?”
“maafkan aku, saat pertama kali melihatmu bersama ummamu di klinik aku telah menyukaimu, tak ada niat menyakitimu sama sekali, aku benar-benar menyukaimu, kau yang tersenyum pada semua hewan di klinik appa begitu cantik”
“pembohong!!” aku membentaknya
“apa aku pernah berbohong padamu? Aku hanya tak mengatakan yang sebenarnya tak ada niat untuk membohongimu, ini juga sulit untukku, appa melarangku mendatangi kliniknya karena disana ada keluarga yang lain ia takut jika keberadaan kami diketahui oleh kakekmu, jika kakekmu tahu appa memiliki istri dan anak selain kau pasti ia akan membunuh appa”
“jika ia mencintai ummamu kenapa menikahi ummaku, umma sudah tahu tapi ia membiarkan appa karena ia mencintainya tapi apa yang appa lakukan ia lebih sering pergi ke tempat kalian kan?” chansung mendekatiku
“jangan mendekat, kau hanya menyakitiku!! Aku membencimu juga appa”
“maaf maafkan aku, tolong jangan membenciku jie aku mencintaimu, sangat mencintaimu”
“kau sangat menjijikan chansung, bukankah kau tahu kita saudarah”
“YAHHKK!! Jangan katakan lagi, aku dan kau bukan saudarah kau adalah kekasihku selamanya akan begitu”
“kau sudah gila!!”
“ya aku gila karenamu, saat kita bertemu di sekolah dasar kau tahu begitu gembiranya aku tapi aku sangat sedih begitu mengetahui kau juga anak appaku, aku hampir gila kenapa dari semua wanita di dunia harus kau? Aku juga membenci appaku karena hal ini, aku memaki diriku sendiri!! Aku berpikir untuk melupakanmu tapi saat kau menyatakaan perasaanmu aku sangat senang aku semakin ingin memilikimu, aku tahu ini salah tapi yang ku ingin hanya kau, aku harus bagaimana? Tolong katakana padaku!!” karena itu kau mengacuhkanku? Kau berusaha tak mencintaiku, apa kau sangat menderita chansung?
“aku mencintaimu, sangat mencintaimu, kau milikku” ia berusaha memelukku, tapi aku menolaknya aku mulai risih padanya
“lepaskan aku”
“kenapa? apa kau tak mencintaiku?”
“ya, berhentilah menyakiti dirimu sendiri chansung, aku mulai merasa jijik padamu”
“hahaha kau jijik” ia tertawa tapi justru terdengar menakutkan
“karena aku saudarahmu? Kau merasa jijik, yahkk!!!”
Bukkk
Ia memukul pohon dibelakangnya, dapatku lihat darah segar mengalir dari sikut jarinya,
“sial kenapa ini terjadi padaku?” ini pertama kalinya aku melihatnya marah dan kesal.
“baiklah setelah ini kau bisa menganggapku saudarah tapi biarkan aku menyentuhmu sekali ini saja” chansung mendekatiku, aku mulai takut pada sikapnya ini aku berusaha menjauhinya.
“hah~ baiklah, setelah ini kita akan menjadi saudarah” ia mengacak-acak rambutku memperlakukanku seperti anak kecil, dulu ia selalu begini padaku.
“guk gukk gukk” ia pergi meninggalkanku, gonggongan dogchan pun tak dihiraukannya, jika nanti terlahir kembali tolong jangan jadi saudarahku.
Ini terakhir kali aku melihatnya, ia yang berbaring tenang dengan senyum pucatnya masih terlihat tampan, ia selalu tampan, kekasih ku ini selalu tampan.
“chansung anakku kenapa kau begitu cepat pergi?” appa menangisi kepergian chansung, apa jika aku yang mati kau juga akan menangis appa?
Pemakaman akan segera dimulai, kenapa kau begitu ceroboh? Kenapa mengendarai motor saat mabuk? Apa kau sangat ingin mati? Aku mendekati peti matinya, ku lihat chansung yang memakai setelan jas lengkap, kenapa saat mati pun kau sangat tampan? Ku dekatkan bibirku dengan telingahnya.
“chansung-ah jika terlahir kembali maukah berjanji? jangan pernah memiliki appa seberengsek ia, jangan pernah berbohong padaku, jangan pernah mengacuhkanku dan jangan pernah menjadi saudarahku, dengan begitu aku bisa menjadi milik mu, kau harus berusahalah menjelaskan pada Tuhan berusahalah meminta pada-NYA untuk tak menjadikan kita saudarah karena aku tak ingin dimiliki orang lain, kau mengerti!”
Ku kaitkan jari kelingking ku pada jari kelingkingnya
“finger swear!! Aku akan menunggumu”
Oktober, 13’st 2035
Ini ulang tahunku yang ke 20 seperti biasa namja ini selalu memberiku kejutan, ia membawaku kesebuah taman dan memberiku sebuah kado
“apa isinya?”
“coba tebak saja”
“ehhmm baiklah pasti kalung berlian”
“salah, tak perlu kotak sebesar ini untuk kalung yang kecil”
“baiklah, rumahkah? Atau mobil?”
“dasar cewek matrek!!”
“wae?? Jahatnya” aku mengembungkan kedua pipiku, membuatnya gemas dan malah mencubitnya
“yakhh sakit tahu”
“araseo, baiklah kau buka sendiri kado mu” seekor anak anjing yang melompat kearahku
“anjing?”
“eumm, kau suka?”
“ne sangat suka”
“namanya dogchan”
“dogchan?”
“ya, supaya kau ingat terus padaku”
“oh, maksudnya anjingnya chansung begitu”
“yuppzz anda benar, apa kau senang jie young?”
“ne, sangat senang terima kasih sudah menjadi milikku chansung”
“hah? Kau ini mana bisa aku membiarkan kau menjadi milik orang lain, aku sangat mencintaimu”
“aku juga suka chansung”
“hanya suka?”
“anni aku sangat sangat mencintai chansung”
Entah mengapa aku sangat mencintai namja yang bernama chansung ini, sejak pertama kali melihatnya aku merasa sudah sejak lama mengenalnya. Aku sangat bahagia memiliki namja chingu sepertinya, ia sangat tampan dan memperhatikanku.
FIN~~`