Someone
Mencari seseorang yang mengerti, mencari seseorang yang tak melihat harta tapi ketulusan hati, mencari seseorang yang tak mempedulikan fisik, mencari seseorang yang menyayangi setulus hati.
“kau tahu kau itu sangat menjijikkan? Mana ada orang mau berteman dengan makhluk buruk sepertimu, kau tahu selama ini aku hanya mempermainkanmu? Kau memiliki harta, otak dan terkesan baik dimata guru, aku memanfaatkanmu, kau tahu itu?”
“ta tapi mengapa?”
“karena kau membuat semua orang iri dengan yang kau miliki, kau punya semuannya harta, kepintaran, orang tua yang baik, saudarah yang tampan dan terkenal, kau selalu baik dimata guru-guru dan aku benci itu, tak seharusnya makhluk buruk sepertimu memiliki semuanya, dunia ini tak adil bukan? Wajah ku lebih cantik darimu, aku juga telah melakukan semua yang ku bisa tapi mereka semua tak peduli hal itu, yang ada di penglihatan mereka hanya kau dan kau, kau tahu seberapa bencinya ku padamu?”
“yoora mianhae, mianhaeyo hiks aku tak pernah bermaksud seperti itu, cheongmal mianhaeyo”
“jie young-ah berhenti menangis kau tahu kau sangat menjijikkan, JANGAN MERENGEK DIHADAPANKU!!!!”
“kau tahu bagaimana rasanya diremehkan orang lain, kau tak tahu, kau takkan pernah tahu itu, karena orang sepertimu selalu mendapat pujian”
“yoora mianhae,,, mianhaeyo”
“DIAM!! Sekarang bisa kau rasakan, bagaimana dikhianati seorang teman, bagaimana rasanya jika orang yang selama ini kau cintai diambil sahabatmu sendiri? Bagaimana perasaanmu kwon jie young??”
“yoora, aku mohon padamu ini urusan kita, jangan libatkan shiwon oppa, aku mohon jangan sakiti dia”
“YAKHH !!! kim jie young apa kau merasa choi shiwon benar-benar menyukaimu? Ia tak pernah menyukaimu ia hanya menginginkan hartamu juga jabatan diperusahaan appamu saja, apa kau tahu sebelum bertemu denganmu ia telah menjadi pacarku? Kami telah merencanakan ini semua untukmu”
“Kenapa kau begitu membenciku yoora?”
“karena kau pantas untuk dibenci”
Ya, aku pantas dibenci orang seburuk aku mestinya tak mendapatkan semua ini, ini sungguh tak adil buat yoora ini sungguh tak adil, aku selalu bisa mendapatkan yang ku mau, selalu ada umma yang menemaniku saatku sedih, selalu ada jiyong oppa yang selalu menghiburku, sementara yoora tak memiliki satu pun dari itu. ya, kau benar kim yoora aku tak pantas mendapatkan semua ini, seandainya kau adalah aku, akankah kau tetap membenciku? Mianhae, selama ini aku tak memperhatikanmu, selama ini aku sibuk sendiri hingga melupakan hatimu dan membuat hatimu terluka, mianhae yoora karena aku telah membuat kau membenciku, mianhae chinguya.
………………………………………………………………………………………………………
“jie apa yang terjadi? Kenapa memotong rambutmu? Dimana kacamatamu? Kau memakai kontak lensa? ” karena ia membenci rambutku yang panjang, ia juga membenci aku yang terkesan pintar karena ia bilang makhluk buruk sepertiku tak pantas berdandan, karena yoora tak menyukainya.
“anni oppa hanya ingin mengganti suasana hati” jiyong oppa apa aku buruk dihadapanmu? Apa aku pantas menjadi adikmu? Mian karena aku tak memiliki wajah sebagus oppa.
“ohh, oppa mau berangkat, mau sekalian diantar?”
“anni, aku bisa naik bus lagi pula aku harus menghapal jalan kesekolahan ku yang baru jadi lebih baik naik bus kan?”
“iya juga, kalau begitu hati-hati, oppa duluan” jiyong oppa menyambar apel di atas meja memasukkan ke dalam sebelum pergi ia menyempatkan mencium keningku. Mian oppa, aku khawatir jika orang-orang melihatku bersama dengan mu mungkin mereka juga akan membenciku, aku ragu mereka akan menyukai diriku, ini baik untuk mu dan ku.
……………………………………………………………………………………………………..
Ini sekolah baruku, aku merubah semuanya setelah hari itu, sekolah, rambut, penampilan juga hatiku. Aku bukan jie young dulu lagi, takkan kubiarkan orang membenciku lebih baik kehadiranmu tak dianggap daripada dibenci bukan? Ia telah merubahku, kata-katanya semuanya benar aku hanya anak manja yang tergantung pada nama orang tua dan keluargaku seandainya aku berdiri sendiri mungkin semua tak akan menganggapku, walau begitu aku masih ada kau, kau yang membenciku.
Dilihat dengan tatapan itu benar-benar mengerikan, seakan-akan aku telah berbuat salah.
“namaku kwon jie young, mohon bantuannya?” ku bungkukkan sedikit badanku, mereka tak mempedulikan aku lagi dan melanjutkan aktivitas mereka. Hah~ mungkin ini akan berat.
“jie young, duduklah disampingku?”
“ne?” seorang yeoja berkata sambil tersenyum padaku
“eum, gomawoo”
“kenalkan aku shim jung eun?”
“kwon jie young”
“mari duduk, kau tahu jie young kau sangat manis” wae?? Kenapa aku dibilang manis??
“ah gomawoo kau juga cantik”
“cheongmal?? Gomawoo” kenapa ia begitu senang di bilang cantik? Seperti tak pernah dibilang cantik saja. Kelas yang biasa saja tapi apa ini tak terlalu tenang? Biasanya di kelas saat pelajaran dimulai selalu ada yang berbuat ulah, sangat sepi jadi membosankan. Kalau ia disini pasti ia telah berbuat ulah menjahili teman yang lain ataupun guru yang sedang mengajar, ia tak pernah merasa takut sekalipun, ia wanita yang kuat, ia selalu begitu.
“guru, bisa kita hentikan semua ini! Aku sangat lelah, bisa aku keluar?” seorang namja berdiri dari kursi dan menatap guru didepannya tajam
“cho kyuhyun, aku tahu kau sangat pintar tapi tak bisa kah kau menahan dirimu sampai aku selesai mengajar”
“tak bisa guru, ini benar-benar menggangu karena penjelasanmu benar-benar buruk” wooww, ia benar-benar hebat, semua mata tertuju padanya
“sstt, jie young ini bukan pertama kalinya loch” jung eun berbisik kepadaku, ku lihat lagi namja yang bernama cho kyuhyun itu, namja ini kurus, tinggi dan sangat tampan, aku masih tak mengerti kenapa ia melakukan ini?
“hah~ cho kyuhyun kau boleh keluar” akhirnya ia diperbolehkan keluar
“apa aku juga boleh keluar??” ucapku cepat, semua memandangku termasuk dia, benar disini sangat membosankan, terlalu sepi dan tenang, penjelasannya pun berbelit-belit membuat pusing saja.
“nona jie young kau baru dikelas ini, kau tahu itu?” memangnya kenapa kalau aku baru, lagi pula yang dikatakan namja itu semuanya benar, penjelasannya sangat buruk.
“aku merasa bosan, boleh aku keluar” ucapku tegas
“hah~ baiklah, siapa lagi yang ingin keluar? Keluarlah sekarang jangan mengganggu yang ingin belajar” kenapa guru ini membentak muridnya?
Aku meninggalkan bangku ku meninggalkan jung eun yang menatapku tak percaya, ku lewati guru yang memberi penjelasan. Benar-benar buruk!!.
……………………………………………………………………………………………………
Tak tahu kemana tujuanku? Aku hanya mengikuti langkah kakiku, ku lihat namja yang bernama cho kyuhyun itu dibawah pohon dengan headset ditelingahnya. Ia berbaring dan menatap langit luas.
Aku mencari seseorang, seseorang yang mengerti dan menyayangiku, akankah itu kau?
Entah mengapa kakiku melangkah mendekatinya, ku jatuhkan tubuh ku menyandar dipohon mungkin ia tak menyadari kehadiranku sebab ia tak bergerak sedikit pun.
“how are wonder what u’re ?” ya aku tahu lagu ini, twinkle-twinkle ini lagu yang sering dinyanyikan yoora, ini lagu yang diajarkan yoora kepadaku, aku ingat saat yoora berkata’ kau tahu? Kau seperti bintang kecil dilangit gelap, sangat kecil dan jauh, walau cahayamu hanya sedikit sampai dibumi tapi semua ingin melihatmu, semua tetap mengharapkan kehadiranmu walau ada bulan yang bersinar terang, kau tahu kenapa?’ sungguh aku tak tahu? kalau bulan sesungguhnya membenci bintang yang kecil ini, karena semuanya melihatnya kah? Karena ia membuat bulan iri kah? Aku benar-benar tak tahu itu, mianhae.
Ku coba memejamkan mataku menikmati suara namja ini, suaranya benar-benar bagus bahkan lebih bagus dari jiyong oppa. Apa ia tak merasakan kehadiranku? Apa ia tak tahu aku berada di bawah pohon yang sama dengannya? Apa ia tak tahu aku dan ia hanya dipisahkan sebuah pohon?
“twinkle-twinkle little star~”
bintang kecil apa kau merasa nyaman saat bulan tak hadir? Apa kau membenci bulan?
………………………………………………………………………………………………………
Ketika mataku tertutup kenapa yang bisa ku lihat hanya dirimu? Dirimu yang menatapku penuh kebencian. Kau tak bicara satu kata pun pada ku, hanya menatapku tajam seolah aku adalah orang paling bersalah dibumi ini.
“hosh hosh hosh hosh” mimpi yang sama, sampai kapan kau akan menghantuiku? Aku tahu aku berbuat salah tapi tak bisakah kau memaafkanku?
“jiee kau tak apa-apa?” jiyong oppa berlaring menghampiriku
“eumm hanya mimpi buruk, mian membangunkan oppa”
“kemari semua akan baik-baik saja jie” jiyong oppa memelukku, oppa apa benar semuanya akan baik-baik saja? Setiap memikirkannya membuat ku sulit bernapas, apa baik membiarkannya terus membenciku?
“ne, oppa dimana umma?”
“umma menyusul appa ke prancis setelah mendapat kabar appa sakit”
“appa sakit!!!” ucapku sedikit heboh
“ne, tapi tenang saja umma akan merawat appa disana”
“kenapa tak membawa appa pulang?”
“appa bilang kerjaan disana belum tuntas” appa memang selalu sibuk, kami hanya bisa bertemu saat perayaan pernikahan umma-appa saja. Saat jiyong oppa dan aku ultah pun appa tak datang hanya mengirimkan kado saja.
“lalu kenapa jam segini oppa sudah dirumah?”
“karena adik perempuanku sendirian dirumah” jiyong oppa mengucek rambutku
“oppa hentikan! Aku bukan anak kecil lagi”
“ya ya oppa tahu tapi bagi oppa kau tetap saja anak kecil”
“WAE??” teriakku jiyong oppa sedikit terkejut, aku tahu selama ini aku selalu merepotkan, aku hanya anak kecil yang merepotkan ya kan oppa ?
“karena kau adikku” jawab jiyong oppa sambil tersenyum padaku. Mianhae oppa seharusnya aku tak membentakmu seperti tadi
“ayo tidur lagi, oppa akan menemanimu sampai kau tertidur pulas” jiyong oppa apa aku pantas menjadi adikmu?
………………………………………………………………………………………………………
Kau tahu? Sekarang semua tak melihatku seperti dulu lagi, bukan kwon jie young sang juara umum yang pintar, jie young yang baik dan ramah kepada siapa saja, jie young yang disukai para guru, sekarang aku kwon jie young si gadis yang tak sopan, selalu melawan perintah guru, suka membolos kau tahu kan? Disekolah yang dulu aku tak pernah membolos, ini yang kau inginkan kan? Apa kau masih membenciku??
“jie young kau di panggil kepala sekolah tuh” tae bong salah satu siswa dikelasku menghampirku
“eum, baiklah katakan padanya aku sangat sibuk hari ini jadi tak bisa menemuinya, mungkin bisa kalau ia yang menemuiku”
“wae?? Kau gila ya!!! Aishh otakmu benar-benar bermasalah, kau lebih parah dari kyuhyun!!” ia meninggalkanku, aku tahu apa yang akan kepala sekolah itu katakan jadi untuk apa aku menghabiskan waktuku mendengarkannya mengomel. Kyuhyun? Eum dimana ia sekarang?
“kau tak menghadap kepala sekolah?” seseorang menghampiriku dengan salah satu tangan masuk saku celananya ia menatapku
“kau tak keruangan kepala sekolah?” tanya lagi
“ah itu, aku sibuk jadi tak punya waktu sesana, kau dipanggil juga?” ia melewati ku dan entah mengapa aku mengikutinya. Kalau dipikir-pikir ini pertama kalinya cho kyuhyun menegurku.
“eum begitulah, aku juga malas kesana” ia menghentikan langkahnya berbalik dan tersenyum kearahku.
“aku mau keluar kau mau ikut?” ia tersenyum evil
“maksudmu membolos?”
“eum” ia mengangguk dan meneruskan langkahnya lagi, bagus juga lagian aku bosan disini. Entah kemana arah yang ia tujuan aku terus mengikutinya, kenapa aku selalu mengikutinya? Walaupun ia tak mengajakku ikutpun aku selalu mengikutinya.
………………………………………………………………………………………………………
“yoora? Kim yoora” ia berteriak dan berlari menghampiri yeoja yang berdiri didepan sebuah caffe. Aku kenal seragam itu, mata itu, juga nama itu kim yoora, ia mengenal yoora?
“kau kemana saja? Sudah lama aku mencari mau, apa kau baik?” kyuhyun menggenggam kedua tangan yoora, sepertinya mereka dulu sangat akrab.
“lepaskan!!” yoora berusaha melepaskan genggaman kyuhyun tapi sepertinya kyuhyun tak mau melepaskannya.
“lepaskan” ucapku, sekarang aku telah berdiri dihadapanmu, apa kau tak mengenaliku kim yoora?
“ini bukan urusanmu, jadi kau diam saja” kyuhyun tak mengubris perkataanku malah ia semakin mempererat genggamannya dan berusaha memeluk yoora.
“kyuhyun lepaskan aku, lepaskan!!” kenapa kau begitu lemah dihadapanya yoora? Dimana rasa percaya dirimu dulu?
“LEPASKAN!!”
Buuukkk
Pukulanku berhasil mengenai pelipis kyuhyun dan membuatnya tersungkur, yoora menatapku tajam sepertinya ia berusaha mengenaliku
“YAKHH APA YANG KAU LAKUKAN?” kyuhyun berdiri, mencengkram leher kemejaku dan hendak memukulku sementara yoora hanya mematung
“AISHHH membuat pusing saja” kyuhyun menurunkan tangannya tak jadi memukulku dan melemparku ketanah, ia menyentuh bibirnya yang berdarah dan menarik badanku untuk segera berdiri, aku tak mengerti kenapa ia seperti itu? kalau marah kenapa tak langsung pukul saja? Kenapa malah masih menolongku berdiri?
“kau kwon jie young?” aku menoleh ke yoora, ia masih mematung menatapku tajam.
“apa kabar lama tak jumpa denganmu kim yoora?”
“kalian saling mengenal?”
“eum, ia seseorang membenciku di sekolahku dulu” yoora masih mematung melihatku
“wajar saja ia membencimu sifatmu kan benar-benar jelek”
“eum aku rasa juga begitu, kau tak apa-apa?”
“ah kau tahu tadi itu sangat sakit? Apa yang sebenarnya yang ada dalam pikiranmu? Kau melukaiku tahu!! “
“ia selalu benci jika ada seseorang menggenggam tangannya dengan paksa, ia juga tak menyukai pria yang suka membolos juga tak punya pekerjaan” ucapku menatapnya, aku tahu mata kami saling bertemu tapi kali ini aku takkan menundukkan kepalaku seperti dulu, maaf ya yoora
“sepertinya kalian sangat akrab”
“ kau sendiri sangat menyukainya kan?” kyuhyun dan yoora menatapku
“terlihat jelas diwajahmu, ah ya aku masih ada urusan aku duluan lain kali kita mengobrol lagi” dunia ini sangat kecil, aku kira tak kan bertemu denganmu lagi yoora, ternyata Tuhan senang mempermainkan kita berdua, apa kau masih membenciku? Ku harap begitu dengan begitu semuannya bisa dengan mudah kujalani, ini yang kau mau kan?
“kim yoora kau membencinya?” kyuhyun berjalan menghampiri yoora dan berbisik ditelingah yoora
“kau tahu? saat pertama kali melihatnya, aku telah menyukainya sepertinya ia sangat baik padamu” kyuhyun tersenyum evil dan meninggalkan yoora begitu saja.
Bagi yoora ini sangat menyakitkan, melihat orang-orang yang ingin di hindari, melihat orang-orang yang di benci kembali, melihat orang-orang yang pernah mengisi hatinya. Bagi yoora kyuhyun masa lalu yang tak pernah ia bisa lupakan, kyuhyun adalah cinta pertamanya, pria yang selama ini ia cintai bahkan sampai sekarang tapi karena satu kesalahan membuatnya membenci kyuhyun. Jie young bagi yoora adalah sebuah kebohongan terbesar yang ia buat, selama ini ia membenci jie young karena satu kesalahan yang tak dibuat jie young sama sekali, ia tahu bukan jie young yang salah tapi ia ingin jie young juga merasakan derita yang ia harus rasakan akibat kesalahan orang tua jie young.
‘kenapa kau mengganti penampilanmu? Kenapa memotong rambutmu jie? Padahal aku sangat menyukainya, bodoh~ masih tetap sebodoh dulu’ yoora menoleh kearah jieyoung yang berjalan semakin menjauh darinya kemudian melihat arah yang berlawanan dengan jie young.
‘cho kyuhyun hah~ kenapa kau masih terlihat sama? Membuat hati tak tenang saja’ yoora menatap punggung kyuhyun
‘kenapa semua orang selalu menyukaimu jie? Termasuk kyuhyun, kenapa kau selalu membuatku menderita, aku membencimu, sangat membencimu’
………………………………………………………………………………………………………
“jie kau dimana?” tumben jiyong oppa menelponku sepagi ini, bukannya hari ini ia ada konser?
“sekolah, ada apa oppa?”
“kau segera pulang saja, ada yang ingin oppa bicarakan” kenapa suara jiyong oppa berbeda dari biasanya?
“katakan saja sekarang oppa, aku sedang ujian praktek” walau sangat suka membolos tapi aku takkan meninggalkan kelas music, karena aku menyukainya kerena ia juga menyukainya.
“a a appa..”
“ne?? ada apa dengan appa?”
“appa terkena serangan jantung”
“WAE???”
“kondisinya sangat parah, kau bisa pulang sekarangkan?”
“mianhae, mianhae oppa aku tak bisa pergi” ku tinggalkan hp ku di atas meja
“jie jie, yoboseyo” mianhae appa, walaupun aku disana pun tak bisa membantumu, aku memang anak yang tak berguna, walau appa mengatakan aku ini anak yang sangat pintar dan berbakat tapi semuannya tak berguna aku hanya membuat orang-orang membenciku saja. Mianhae aku menyayangimu appa cheongmal mianhaeyo. Ku tekan tuts piano, memainkan melodi yang biasa appa dan yoora mainkan untukku, memainkan lagu yang biasa kyuhyun nyanyikan.
“how are wonder what u’re ?” kyuhyun bernyanyi diiringi permainan pianoku, aku tak tahu kenapa ia melakukan ini? Tapi suaranya benar-benar bagus.
Keajaiban adakah? Apa benar bintang kecil bisa membuat keajaiban? Apa bisa kau selamatkan appaku? Apa bisa kau membuat yoora menyukaiku?
………………………………………………………………………………………………………
“jie!!” umma memelukku erat, aku tahu apa yang terjadi, aku tahu. Ternyata kau tak bisa membuat keajaiban bintang kecil. Ku lihat tubuh appa yang berbaring kaku, jiyong oppa duduk disampingnya menahan tangis.
“jie…” jiyong oppa memelukku, aku tahu oppa tolong jangan menangis lagi, appa tak kan menyukai ini.
“appa dulu kau bilang aku ini sangat cengeng tapi coba appa lihat jiyong oppa lebih cengeng daripada ku, kau lihat appa?” aku mengguncah tubuh appa, berharap appa bangun
“jie…” jiyong oppa hanya menatapku
“kau lihat appa, jiyong oppa menangis sungguh memalukan”
“hentikkan jie!!”
“umma !! kenapa appa begitu lama tidurnya? Bangunkan appa! KENAPA TAK ADA YANG MEMBANGUNKANNYA!!!” emosiku meluap, jiyong oppa memegang tubuhku yang berontak tak karuan.
“YAKHHH KAU YANG DISANA!!” aku menunjuk seorang namja yang sedari tadi duduk dihadapan jiyong oppa.
“KENAPA KAU MEMBIARKAN NYA TIDUR?? KAU SEKRETARISNYA KAN?” ia hanya menundukkan kepalanya.
“mianhae mian jie”
“kau kenapa membiarkan appaku tertidur? Appa kau tahu appa sangat susah dibangunkan jika sudah tertidur, kau benar-benar jahat shiwon”
Plakk
“hentikan jie!!!” jiyong oppa menamparku seumur hidup baru kali ini oppa menamparku, aku tak tahan lagi air mataku pun terjatuh, umma hanya terduduk dan menangis melihatku dan jiyong oppa
“kenapa kau tak segera datang? Kau tahu appa sangat ingin melihatmu?” jiyong oppa menatapku tajam aku hanya bisa nundukkan kepalaku
“mian mianhae appa mianhae hiks” jiyong oppa memelukku dan meenghapus air mataku
“mainhae jie, maafkan oppamu ini” jiyong oppa menundukkan kepalanya mungkin ia menyesal telah menamparku. Ku lirik shiwon, ia masih duduk di tempat yang sama sepertinya ia sangat menyesal. Maafkan aku shiwon oppa seharusnya aku tak menyalahkanmu atas semua yang telah terjadi.
Hari itu terakhir kali aku melihat wajah appa walau hanya senyum kaku dan puncat yang ia berikan, aku yakin appa bahagia, appa kau harus bahagia disana. Shiwon oppa masih disini, ia mencoba menenangkan umma ku, ia masih orang sama ia selalu mengkhawatirkan orang lain walau dulu ia tak pernah mengatakan ia mencintaiku satu kalipun tapi ia tak pernah menolak bertemu denganku tak pernah membuatku terluka ataupun menunggu, ia orang sangat baik, apa hubunganya dengan yoora pun baik?
“jie apa kau baik?” shiwon oppa masih mengkhawatirkanku juga
‘sangat buruk, rasanya sakit, aku tak bisa mendengarkan ucapan appa untuk yang terakhir kali, aku ini anak yang sangat jahat”
“tidakk, kau sama sekali tak jahat itu bukan salah mu, kau tahu appa mu selalu menyayangimu”
“eum, appa beruntung memiliki sekretaris sebaik kau oppa”
“gomawoo” ia tersenyum padaku
“untuk?”
“masih memanggilku oppa, aku kira kau membenciku”
“aku tak punya hak untuk membencimu, selama ini kau telah baik padaku jika kau menyukai yoora itu hak mu”
“itu, sebenarnya yoora dan aku…”
“kalian sangat serasi”
“ah… ya” sepertinya ia sedikit kecewa, kenapa bukannya beruntung mendapatkan yoora?
“gomawoo selama ini selalu baik padaku”
“ne cheonmaneyo”
………………………………………………………………………………………………………
Aku berharap semua adalah mimpi, tapi sembab di mataku mengatakan ini bukan mimpi ini kenyataan. Melihat umma yang memandang photo appa sambil menangis dan menatap jiyong oppa yang hanya terpaku melihat umma ini sangat menyakitkan tapi kami harus kuat, appa jie bukan anak cengeng lagi jadi tak usah khawatir, aku akan menjaga umma dan jiyong oppa aku janji. Setelah kepergian appa, perusahaan dijalankan oleh shiwon oppa karena jiyong oppa tak memiliki minat sama sekali diperusahaan perhotelan dan pariwisata appa, ia lebih menyukai dunia music jiyong oppa memang sangat menyukai music aku tahu itu, walau tak begitu menyukai bidang perhotelan atau pun pariwisata tapi aku merasa memiliki tanggungjawab untuk semuanya, appa sangat ingin anaknya melanjutkan perusahaannya jiyong oppa tak mungkin, sekarang hanya aku walau aku juga sebenarnya lebih menyukai music tapi aku tak bisa lepas tangan begitu saja terhadap perusahaan appa, sesekali aku datang ke perusahaan appa untuk menemui shiwon oppa dan menanyakan perkembangan perusahaan padanya, ia banyak mengajariku.
Keseringan menghitung dan memeriksa data di perusahaan appa membuatku tanpa sadar kembali menyukai belajar. Aku tak pernah membolos lagi, bahkan aku tak pernah mengikuti kyuhyun lagi, ia memang sering mengajakku membolos tapi kutolak begitu saja sepertinya ia sudah bosan membujukku buktinya ia malah serius belajar begitu, melihatnya yang serius belajar jadi merasa ia sangat keren, benar ia sangat tampan tapi tak setampan shiwon oppa. Shiwon oppa? Apa yang sebenarnya aku pikirkan kwon jie young shiwon itu kekasih yoora kau takkan pernah bisa mengalahkannya.
“jie? Hoy jie young”kyuhyun melambai-lambaikan tangannya di depan mataku
“pagi-pagi udah ngelamun?”
“ah ya, kenapa?”
“mau keluar?”nih anak mulai lagi, sekarang mau bolos kemana lagi?
“membolos lagi?” ia menaikkan sebelah alisnya
“apa kau hanya melihatku sebagai tukang bolos?”
“karena kau selalu begitu”
“aisshh, kita keluar makan”
“makan?”
“ya makan”
“apa kau sakit?” aku menatap keningnya dengan punggung tanganku selama ini ia tak pernah bertahan sampai lonceng istirahat kedua tapi sekarang ia malah mengajak makan, apa ia benar-benar sakit? tapi badannya tak panas.
“jangan sembarangan menyentuhku, karena aku tak tanggungjawab jika aku menyukaimu nanti” segera ku jauhkan tanganku darinya, ia tersenyum padaku senyum khas ala kyuhyun
“jangan mempermainkanku?”
“aku tidak mempermainkanmu, aku rasa kwon jie young ini sangat manis” ia kembali tersenyum dan menggodaku
“sudahlah ayo ke kantin”
………………………………………………………………………………………………………
Kyuhyun mengajakku ke tempat pertama kali aku mengikutinya, pohon tempatnya sering bernyanyi.
“kau suka tempat ini?” ucapnya sambil memberikan burger dan softdrink
“lumayan” ku masukan burger ke mulut ku sambil memandang langit
“ini tempat favorit yoora” aku langsung menatapnya ketika ia menyebutkan kata yoora
“yoora juga siswi disini, ia sangat mirip denganmu, walau ia tak sepintar kau, ia juga sangat baik, kau tahu? ia tak pernah bisa melihat orang teraniaya”
“aku tahu, ia juga pernah menolongku dari preman-preman di sekolahku dulu”
“benarkah? Tapi entah mengapa setelah kedua orang tuanya meninggal ia jadi berubah 180 derajat, ia juga mengganti sekolahnya tanpa alasan”
“kau sangat menyukainya?” ia menatap ku dan tersenyum, kali ini bukan senyum evil, senyum kyuhyun yang sangat menawan.
“ya selalu tapi ia membenciku”
“ia tak membencimu sebaliknya ia sangat menyukaimu” kyuhyun menatapku bingung
“saat kau menggenggam tangannya kau tahu yoora kan? Seharusnya ia dengan mudah bisa melepaskannya tapi ia membiarkan jemarinya lama di genggamanmu”
“benar juga ya”
“ia sangat menyukaimu, bahkan mencintaimu karena itu ia begitu lemah jika berhadapan denganmu” aku melipat kakiku dan memeluk lututku.
“terima kasih” ia mengucek-ucek rambutku
“kau merusak tataan rambutku” aku mengembungkan pipiku
“rambut sependek itu juga, bisa dirapikan dengan mudahkan?” ia menyentuh pipiku dengan telunjuknya
“hahahaha kau seperti ikan buntal wkwkwkwkwk”
“kau yang seperti ikan teri” balasku, aku senang ia bisa tertawa bersama ku setidaknya ini bisa mengurangi rasa rindunya padamu yoora.
“kwon jie young kau sangaaaaat manis” mulai lagi ni dia
“ya ya ya”
“aku serius loch, namja yang manis kau sangat tampan juga imoet” ia mencubit kedua pipiku
“yakhh sakit tahu, namja?? Wae?” aku memegang kedua pipiku, mungkin keduanya sangat merah sekarang rasanya pipiku tambah tebal 1 cm, aishh..
“ya, kau tahu kau sangat terkenal dikalangan wanita?”
“wanita?”
“ya, mereka bilangan kau sangat tampan, manis kadang juga terkesan imeot mirip G-dragon”
“ah pantas aja jung eun bilang aku manis, tapi wajar aja kan aku mirip jiyong oppa ia kan oppaku”
“oppa? Kandung?”
“eumm” kenapa begitu terkejut? Mungkin memang tak pantas ya
“pantas begitu mirip”
“pantaskah?”
“eum, sangat mirip bedanya jiyong itu lebih cantik dan kau lebih tampan”
“wae???”
“hahaha hanya bercanda, kalian benar-benar mirip loch kalau jiyong sedang bersama denganmu mungkin orang tak bisa membedakannya, kalian bukan kembarkan”
“bukan, jiyong oppa lebih tua 2 tahun dari ku, gomawoo karena telah katakan aku sangat mirip dengan oppa” ucapku malu-malu
“jangan merasa rendah diri dan cepat membuat kesimpulan sendiri kau kan belum mendengar semuanya”
“ne gomawoo”
Senang akhirnya ada yang bilang aku mirip jiyong oppa, baboo tentu saja kami mirip kami kan saudarah kandung.
………………………………………………………………………………………………………
Shiwon oppa mengajak bertemu diluar, katanya ingin membahas masalah perusahaan. Apa tak apa sering bertemu denganya? Apa tak akan membuat yoora cemburu?
“jie disini” shiwon oppa memanggilku
“kenapa tak bertemu dikantor?”
“tak bisa selalu membiarkan anak sekolahan ke kantorkan bisa-bisa ia bosan”
“ini menyenangkan, sudah pesan makanan?”
“eum, masih suka menu lama kan?” aku menganggukkan kepalaku, ia tak melupakan apa yang ku sukai sama sekali.
“kita mulai..”
“OPPA!!!” seseorang mengagetkan kami, ini suara yoora kan? Ku balik tubuh ternyata benar yoora, ia berdiri di depan pintu caffe memandangku penuh kebencian.
“kenapa kau masih menemuinya? Apa kau lupa kau berjanji takkan menemuinya lagi” yoora mendekati shiwon oppa dan meyeret shiwon oppa keluar.
“yoora, apa-apa kau ini? Jangan berbuat ulah”
Yoora tak mempedulikan perkataan shiwon oppa, ia tetap menyeret paksa shiwon oppa keluar dan mengakibatkan dokumen-dokumen perusahan berserakan
………………………………………………………………………………………………………
“kenapa menemuinya lagi?”
“ kau tak bisa begini terus padanya, kau tahu kan jie tak bersalah apa-apa? Berhenti meyalahkannya, hentikan permainan ini yoora, oppa sudah lelah” permainan? Apa yang mereka maksud?
“lagi pula appanya telah meninggal, kau mau apa lagi? kau ingin balas dendam untuk kematian orang tua kita kan? Appa telah meninggal apa lagi yang kau mau?” appa? Orang tua kita? Apa maksud semua ini?
“aku tak bisa menghentikannya, tak bisa berhenti, kyuhyun menyukainya” apa maksud semua ini?
“ia berbohong, ia tak menyukai ku sama sekali” yoora dan shiwon terkejut mengetahui aku berada dihadapan mereka.
“maaf mengganggu, aku hanya mau mengembalikan dokumen-dokumen ini saja” ku serahkan dokumen itu pada shiwoon oppa, ia tak berhenti menatapku sepertinya ada yang ingin sampaikan padaku.
“jiee..”
“satu lagi bisa jelaskan maksud orang tua kita dalam pembicaraan kalian tadi” yoora melirik ke shiwon oppa
“aku dan yoora..”
“tidakk oppa jangan katakan!!” yoora berteriak pada shiwon oppa
“yoora kita akhiri sekarang, kau juga menderitakan berhenti membohongi dirimu sendiri”
“jangan oppa kumohon” yoora memohon pada shiwon oppa tak shiwon oppa tak mengubrisnya ia hanya berjalan mendekati yoora dan membelai rambutnya
“mianhae~” shiwon oppa berbisik pada yoora dan berjalan mendekatiku
“yoora dan aku kita berdua bersaudarah, walau bukan saudarah kandung tapi kami satu ayah” serasa sebuah petir menyambarku, aku melirik yoora yang tertunduk. Kenapa ia lakukan ini padaku?
“soal aku berpacaran dengan yoora semua adalah kebohongan demi membalas dendam padamu”
“balas dendam?”
“ya, ini bukan salah mu tapi ia menyalahkanmu dan keluargamu atas semuanya, mianhae jie”
‘apa maksudnya?”
“2 tahun yang lalu orang tua kami meninggal dunia, mobil orang tua kami bertabrakan dengan mobil appamu, anehnya hanya orang tua mu yang selamat karena itu ia membencimu, maafkan ia”
“karena itu kah membenciku?”
“ya kau memiliki orang tua yang utuh, sementara appa-ibu meninggal ini tak adilkan?”
“yoora, semuanya murni kecelakaan, lagi pula ada yang harus kau ketahui dari awal mobil appa remnya telah rusak” yoora menatap oppanya
“maaf jie”
“tak apa lagipula appaku tak kan bisa kembali lagi, aku pergi dulu” aku meninggalkan mereka berdua, sakit~ kenapa hatiku sangat sakit? Kenapa berbohong padaku?
“kenapa kau sangat dingin? Kwon jie young aku telah berbohong juga melukaimu kenapa masih bersikap dingin? Apa kau benar-benar bodoh?” bodoh? Yang aku bodoh bisa-bisanya di tipu olehmu
“aku berbalik memukulmu pun takkan berguna, appaku tak kan kembali dan kau semakin membenciku”
“begitukah? Kau tak marah aku membohongimu tentang shiwon oppa?” aku berbalik melirik shiwon oppa, masih seperti yang dulu, wajah yang sangat ramah.
“jangan pernah biarkan ia berbohong lagi oppa, nanti aku hubungi kau kembali” aku meninggalkan mereka, tak peduli apa yang yoora katakan? Aku sudah tak peduli padanya lagi, ia benar-benar keterlaluan. Dosamu sangat besar yoora, kenapa kau tak katakan yang sebenarnya? Kenapa tak katakan orang tua mu telah meninggal jadi aku tak perlu menceritakan tentang orang tuaku padamu kan saat itu hingga kau berbuat dosa seperti ini. Kenapa kau tak katakan shiwon oppa itu oppa tirimu? Kenapa kau sangat suka berbohong? Aku kasihan padamu kyuhyun kenapa bisa menyukai pembohong sepertinya.
………………………………………………………………………………………………………
“jie mau keluar?” sudah menjadi mahasiswa tapi kyuhyun masih saja suka mengajakku bolos tapi ia melakukannya hanya ketika kita memang merasa mata kuliahnya menjemukan. Aku dan kyuhyun kuliah di universitas inha fakultas mipa jurusan fisika, entah mengapa ia juga memilih fakultas dan jurusan yang sama denganku? Waktu senggang biasa kami habiskan dengan bercanda ataupun membuat soal yang seharusnya mudah menjadi susah, ia sangat pandai matematika aku jadi bingung kenapa ia tak memilih jurusan matematika saja? Dengan santainya ia menjawab ‘tak kan seru karena tak ada kau’ dasar kyuhyun!!
“boleh, tapi kau harus menggendongku sampai gerbang” aku hanya bercanda, tapi ia memikirkanya dengan serius
“baiklah, c’mon” ia benaran menggendongku, apa ia tak malu dilihat mahasiswa lain? Tapi apa kyuhyun punya malu? Ia membawa ku sampai ke gerbang kampus
“jie”entah sejak kapan shiwon oppa berdiri dihadapanku? Aku melirik kyuhyun, ia hanya tersenyum dan mengacuhkan kedua jempolnya, cieeh ternyata ulahnya, pantas saja rasanya aneh, sampai bela-belain menggendongku sampai kemari ternyata karena ini.
“apa kau membenciku?” shiwon oppa menatapku sendu
“aku tidak bilang begitu” jawabku singkat
“berarti kau menyukaiku?”
“tak bisa dibilang begitu juga”
“sudah sudah aku pusing melihat kalian, ia tak menyukaimu hyung, tapi ai mencintaimu” ucap kyuhyun pada shiwon,
“aaaah, apa yang kau lakukan? Sakit tahu” aku mencubit perutnya
“siapa suruh kau bicara?”
“apa hyung tak bisa baca, tertulis jelas diwajahnya kalau ia mencintaimu” sialan kenapa kyuhyun bicara seperti itu? bikin malu aja.
“cho kyuhyun sebelum mencampuri urusan orang lain urus dulu masalahmu sendiri”
“masalah yang mana? Ah yoora, aku udah baikan dengan ia, kita juga udah jadian seminggu yang lalu” ucapnya santai
“wae??” aku lihat yoora dibelakang shiwon oppa, ia masih cantik bahkan lebih cantik sekarang
“mianhae tak memberitahu mu, apa kau baik?” yoora tersenyum padaku, senyum yang selama ini aku rindukan.
“ne, bagaimana denganmu?”
“lumayan buruk karena selalu memikirkan ia sering berada didekatmu, sedikit mengkhawatirkan juga”
“hahaha kau bercanda mana mau aku dengan makhluk aneh, ikan buntal ini” kyuhyun mulai mengejekku
“aishh dasar ikan teri” shiwon oppa dan yoora tertawa melihat kami bertengkar.
“jie mau menikah denganku?” pertanyaan shiwon oppa membuatku membeku, benar aku menyukai shiwon oppa tapi apa harus secepat ini menikah jiyong oppa saja belum menikah.
“me menikah?”
“ne?”
“baiklah tapi tunggu 3 tahun lagi, aku harus menyelesaikan kuliahku”
“baiklah”
“cieehh ikan buntal mau menikah” kyuhyun kembali menggodaku.
“yakh cho kyuhyun mau ku pukul” aku mengejar kyuhyun, sekarang aku tak membutuhkan seorang yang menyayangiku tapi aku membutuhkan semua orang yang menyayangiku umma, jiyong oppa, shiwon oppa, yoora dan kyuhyun. Appa apa kau bisa lihat? Aku sekarang memiliki semuanya.
FIN~