Kamis, 01 September 2011

FanFiction


How U Love Me???
Author : Little Mawang
Genre  : Romance
Cast    : BEAST( Yoon Doojoon, Yong Junhyung)
______________________________________________________________________________
How U Love Me???
Do joon terpaku menatap bangku taman, sudah 2 jam ia berdiri tanpa melakukan apapun. ‘tempat yang sama, tapi kenapa terasa berbeda?’
______________________________________________________________________________
Flashback
“oppa, hari ini sibuk?” do joon menatap yeoja dihadapannya
“kenapa?”
“anni, hanya ingin mengajak ke suatu tempat yang sangat bagus, sibukkah?”
“tak begitu jelas, tapi akan ku usahakan datang”
“ne, gomawoo” yeoja tersebut tersenyum ‘apa kau baik-baik saja bersamaku? Aku tak bisa sering bersamamu, menjaga bahkan untuk bertemu saja begitu sulit, apa tak apa terus dilanjutkan? Jangan menyiksa diri jae rhim, aku tahu begitu sulitnya kau menjadi kekasihku’
“jae rhim-ah?”
“ne?”
“apa kau bahagia bersamaku?” ‘pertanyaan bodoh, aku tahu kau sangat menderita’
“eum, aku bahagia karena do joon oppa selalu baik padaku” jae rhim menatap do joon, tak ada keraguan dalam mata jae rhim, tapi ini justru membuat do joon menjadi sulit. Do joon tahu dia tak bisa melakukan apapun untuk yeoja chingunya ini, untuk bertemu saja ia harus mencuri waktu istirahatnya, menjadi  superstar memang impiannya, tapi jadi begitu sulit semenjak ia mengenal jae rhim. Jae rhim, gadis polos ini, selalu mencintainya dalam keadaan apapun, dia akan menunggu sampai do joon datang walau tahu do joon tak bisa datang karena ia percaya kekasihnya ini akan datang walau setelat apapun ia.
“apa itu saja cukup?” jae rhim menatap do joon seakan tak percaya apa yang dikatakan do joon.
“ne itu sudah cukup, oppa apa kau sakit? Kenapa pertanyaanmu aneh?” jae rhim menatap kening do joon dengan punggung tangannya tapi segera di tepis do joon, jae rhim terkejut dengan perlakuan do joon, ia menatap do joon bingung.
“oppa?”
“kita akhiri disini saja!” jae rhim tersentak hatinya remuk seketika
“wae? Waeyo? Apa aku melakukan kesalahan? Oppa~” jae rhim menggenggam jemari do joon berharap semua yang dikatakan do joon tak benar, air matanya pun jatuh di punggung tangan do joon ’mian, mianhae jae rhim, aku tak bisa membiarkan kau menderita gara-gara ku lagi, sudah cukup pengorbananmu selama ini, kau akan menderita bila terus bersamaku’
“ne kau melakukan kesalahan, kau salah karena mencintai orang sepertiku, apa kau tahu kau tak pantas untuk ku? Gadis jelek, pendek juga bodoh sepertimu takkan pantas mendampingiku, aku tak bisa berbohong lagi, hah~ kau tahu ini sangat sulit? Aku tak mencintaimu” do joon menatap jae rhim tajam, melepaskan genggaman jae rhim.
“oppa kau berbohongkan? Kau mencintaiku kan? Katakan semua tadi bohong? Oppa!!!”
“kim jae rhim, berhenti merengek kau ini sangat merepotkan, semua yang ku katakan tadi benar, aku tak mencintaimu, aku hanya membodohimu selama ini” hati jae rhim tersayat-sayat
“tapi kenapa… kenapa kau membohongiku?”
“karena kau sangat bodoh dan mudah ditipu”
“andwae!! Semua ini bohong, kau mencintaiku, katakan kau mencintaiku oppa!!”
“aku hanya kasihan padamu” ucap do joon datar
“ya, mestinya aku sudah tahu ini dari dulu, mana mungkin seorang do joon leader B2ST menyukai gadis biasa yang jelek, bodoh sepertiku mestinya aku menyadari itu, ya aku mengerti, aku mengerti!!!” jae rhim berlari meninggalkan do joon yang masih duduk dan tertunduk ‘mianhae jae rhim ini kulakukan untuk keselamatanmu, aku tak bisa melihat kau terluka berada disampingku, mianhae karena aku tak bisa melindungi juga menjagamu, mian karena telah menyakitimu, cheongmal mianhae’ tanpa terasa air mata do joon menetes
“AAAHHHH!!!!”
BRUUKKKK
Do joon memukul pohon disampingnya ‘baboo, dasar tak berguna untuk melindungi pacarmu sendiri kau tak bisa’ do joon memaki dirinya sendiri, darah segar mengalir dari tangannya, sakit tapi tak sesakit hatinya yang telah berbohong pada dirinya sendiri.
End flashback~~~
______________________________________________________________________________
Ini tempat ia dan jae rhim biasa membuat janji, ini tempat pertama kali ia melihat jae rhim dan ini tempat ia memutuskan jae rhim.
“hah~” do joon menghela napas panjang, sudah 2 tahun lebih ia putus dari jae rhim dan selama itu juga ia tak pernah mendapatkan kabar dari jae rhim. Tak ada yang tahu dimana jae rhim berada? Do joon sendiri berusaha mencari jae rhim tapi hasilnya nihil, seseorang mengatakan bahwa keluarga jae rhim telah pindah ke tempat yang jauh dari seoul tanpa mengetahui alamat yang jelas. ‘jae rhim-ah sebenarnya dimana kau?’
Tring tring tring
Sebuah pesan masuk ke hp  do joon menyuruhnya segera ke studio, dengan langkah yang berat ia meninggalkan tempat kenangannya bersama jae rhim. ‘jae rhim-ah apa kau masih mencintaiku?’ tanpa sadar do joon menabrak seseorang.
“ahh mianhae cheongmal mianhaeyo”. ‘ada apa denganya bukannya aku yang menabraknya tapi mengapa malah dia yang minta maaf?’ do joon menoleh ke arah orang  tersebut, menatapnya dalam tanpa berkedip.
“eumm, waeyo??” orang itu melambaikan tangannya didepan do joon yang terpaku menatapnya
“ja jae rhim?” ucapnya terbata-bata
“anni, kim jae eun aku saudarah kembar jae rhim, nugu?” ‘saudarah kembar?? Apa Jae rhim pernah bercerita ia punya saudarah kembar?’
“nugu?” tanya jae eun lagi menyadarkan do joon
“do joon” wajah jae eun berubah, ia menatap do joon tajam kemudian memukulnya.
BUUKKKK
Jae eun memukul wajah do joon, sudut bibir do joon berdarah, ia tak mengerti mengapa yeoja ini memukulnya? Ketika jae eun ingin memukulnya untuk kedua kali seseorang datang menangkap tangannya dan mendorong tubuhnya hingga ia tersungkur di tanah.
“jun hyung” do joon menatap namja yang berdiri hadapannya, namja ini menutup wajahnya dengan topi
“hyung dari mana saja? Semua orang mencarimu, kau tak apa-apa?”
“ne”
“aisshh, kenapa kau bisa membiarkan seseorang melukaimu? Kau tahu berapa berharga tubuh kita ini? Bibir mu sampai berdarah seperti itu, YAKHH !!!! apa yang sebenarnya kau inginkan darinya?” jun hyung menatap jae eun tajam, tapi jae eun malah menatap do joon tajam, ia tak memperdulikan jun hyung yang berdiri dihadapannya, tersirat kebencian yang dalam dari matanya. Jae eun berjalan melewati jun hyung menuju do joon, sementara do joon masih tak percaya dengan yang ia lihat. ‘wajah yang sama, tapi karakternya begitu berbeda jae rhim tak akan pernah memukulku walau seberapa bencinya ia padaku, jae rhim tak akan memakai pakai seperti cowok begini, jae rhim tak akan berani menatapku seperti yang ia lakukan karena jae rhim terlalu pemalu, jae rhim tak bisa bersepeda dan mana mungkin ia membawa sepeda seperti orang ini, ya ia bukan kau, ia bukan jae rhim ku, ia orang lain walau wajahnya sama’
BUKKK
Jae eun memukul do joon lagi, mata jun hyung terbelak seakan tak percaya do joon tak melawan sama sekali, bahkan membiarkan jae eun memukulnya sepuas hati.
“HEI HENTIKAN!!!” jun hyung memegang tubuh jae eun, jae eun berontak sekuat tenaga, bahkan sekarang ia malah berkelahi dengan jun hyung.
“jun hyung hentikan” jun hyung tak mendengarkan ucapan do joon, ia masih sibuk berkelahi dengan jae eun.
“KU BILANG HENTIKAN!!!!, ia itu perempuan” do joon berteriak sambil menahan rasa sakit diperutnya akibat tendangan jae eun.
“yeoja??” tanya jun hyung bingung, ia menatap orang yang berada di depannya dalam, tanpa sempat mengelak alhasil sebuah bogem mentah berhasil mendarat di pelipisnya.
“AHHH AISHHHH…!!! YAKHH !!! tak bisakah kau berhenti sebentar?”
“BRENGSEKKK!!!!” jae eun berteriak kencang semua melihat kearahnya, menyadari situasi ini jun hyung menyeret jae eun ke tempat yang lebih sepi diikuti do joon, anehnya jae eun menurut.
……………………………………………………………………………………………………
“siapa kau? Kenapa memukul do joon hyung?”
“hyung?? Pantaskah? Orang seperti dia? Ciehhh…” jae eun memandang remeh do joon
“aissshhh kenapa kau ini? Pantaskah seorang yeoja bersikap seperti itu?”
“memangnya kenapa kalau aku yeoja? Apa kau tak berani memukulku? Dasar pengecut!!”
“hentikkan!! Aku tahu kau membenci, tapi tolong jawab pertanyaanku dimana jae rhim??”
“di neraka!!” do joon menatap jae eun tajam, ia merasa dipermainkan oleh jae eun
“coba kau katakan sekali lagi?”
“ia di neraka, ia pantas mendapatkan itu”
PLAKKK
Sebuah tamparan mendarat dipipi jae eun, jun hyung tak percaya apa ia lihat, leader yang selama ini ia hormati ternyata bisa juga melakukan itu. kelopak mata jae eun berair, mungkin karena menahan rasa sakit di pipinya ataukah dihatinya.
“hah~ ternyata bisa juga menampar seorang yeoja” jae eun tersenyum sinis pada do joon walau hantinya sangat teriris.
“dimana jae rhim?” do joon mengulang pertanyaanya
“neraka” jawab jae eun tegas
“YAKHH?”
“karena sebuah kebodohan menyebabkannya tersesat dan kehilangan arah, karena kebodohannya mencintai orang sepertimu”
“jangan bercanda”
“apa aku terlihat bercanda?? Kim jae rhim meninggal tahun lalu tepat di hari ulang tahun mu,  kau tahu kenapa?” do joon tak percaya semua yang diucapkan jae eun ‘dia pasti berbohong, ia berbohong’
“kau berbohong”
“tahun kemarin kau menerima kartu ucapan selamat yang berdarah kan?” do joon mencoba mengingatnya.
“ya, kau menerimanya hyung, ia juga memberimu sebuah gantungan kunci kalau tak salah kau memberikannya pada yoseob” sambung jun hyung
“sebuah gantungan kunci berbentuk bintang? “
“ne, berbentuk bintang”. ‘ya, memang tahun kemarin ada yang mengirimku sebuah ucapan selamat karena berdarah aku kira dari seorang psyco karena ia menulis kau adalah milikku seorang, benarkah jae rhim telah meninggal? Benarkah?’
“tak mungkin, kau pasti berbohong, katakan kau berbohong! Kau jae rhim kan? Kau  jae rhim, aku tahu ini kau jae rhim” do joon memeluk paksa jae eun
‘lepaskan aku!!” jun hyung menarik tubuh do joon menjauhi jae eun, ia tahu yeoja ini tak nyaman di peluk do joon mungkin karena ia sangat membenci do joon.
“kim jae rhim, kau kim jae rhim kan?” do joon berteriak tak karuan
“baboo~, keduanya bodoh, apa kau tahu jae rhim sangat menyukaimu? Setelah putus dari mu, ia tak melakukan apapun bahkan ia mencoba bunuh diri, cinta yang bodoh, KENAPA KAU MENCINTA PRIA BODOH SEPERTI IA KIM JAE RHIM” jae eun berteriak menatap langit luas, semua terdiam hanya isak tangis dari jae eun, dan do joon yang terkulai lemah menerima kenyataan jae rhim telah meninggal.
…………………………………………………………………………………………………….
Jun hyung menyentuh punggung jae eun, ia tahu mungkin yeoja ini seketika akan memukulnya tapi itu semua tak penting, melihat jae eun yang menangis dengan punggung yang gemetar membuatnya iba, ia bingung harus berbuat apa? Antara menghibur hyungnya atau jae eun, tapi ia hanya memilih diam sambil menepuk punggung jae eun.
“hiks” jae eun berbalik dan memeluk jun hyung erat, jun hyung terkejut tapi ia tetap membiarkan yeoja ini memeluknya, mungkin dengan ini kesedihanya akan berkurang, walau harus diakui jantungnya berdetak tak karuan.
“aku harus bagaimana? Aku sudah katakan kenapa ia begitu bodoh tetap mencintai pria yang mencampakkannya? aku sudah katakan pria itu brengsekk tapi ia tak mendengarkanku dan masih saja datang menemui pria itu, ia selalu melihat pria itu walau sang pria tak melihatnya, ia tetap menunggu di tempat yang sama berharap sang pria datang kepadanya lagi, aku sudah katakan berhentilah menyukai pria seperti itu tapi ia tetap mencintainya, jae rhim bodoh!!” jae eun memaki jae rhim. ‘ benarkah itu? kim jae rhim kenapa kau lakukan itu? kenapa kau menyiksa dirimu sendiri?’
“kau berbohong bagaimana mungkin ia meninggal??” do joon berteriak ke  jae eun. Jun hyung dapat merasakan yeoja ini sangat takut, ia memeluk erat yeoja ini kemudian berkata
“tak apa-apa semua akan baik-baik saja” jae eun melepaskan pelukannya dan menatap jun hyung dalam, jun hyung menghapus air mata di kedua pipi jae eun dan tersenyum padanya
“hari dimana kalian konser, hari tepat ultah mu, jae rhim berlari menuju tempat konser sambil membawa suratnya tanpa melihat lampu penyeberangan, tanpa mempedulikan mobil yang melaju kencang, dipikirannya hanya ada kau dan kau, hal itu lah yang membuatnya kehilangnya semuanya, kau membuatku kehilanganya” jae eun berjalan mendekati do joon yang terduduk lemas
“kau tahu bagaimana rasanya melihat orang yang memiliki wajah sepertimu sekarat? Bagaimana rasanya melihat seseorang orang yang kau sayangi berlumuran darah? Bagaimana rasanya melihat saudarahmu meninggal dihadapanmu”
“hentikan! Ku mohon hentikan” do joon menutup telingahnya
“kau tahu? Ia sangat mencintaimu melebihi dirinya sendiri”. ‘ya, aku tahu karena itu aku memutuskannya agar ia tak menderita terus disampingku, tapi mengapa malah jadi begini? Jae rhim mianhae, saranghaeyo’
………………………………………………………………………………………………………
‘Ini tempat yang sama tapi kenapa terasa berbeda? Mungkin karena tak ada kau, tak ada kau jae rhim’ do joon memejamkan matanya menbayangkan sosok jae rhim disampingnya
‘oppa apa kau mencintaiku?” ucap yeoja disampingnya’ya, aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu jae rhim’
Darah segar mengalir dari pergelangan tangan kiri do joon, jika jae eun tak menemukannya yang tergeletak dibangku taman mungkin do joon sudah mati.
……………………………………………………………………………………………………..
“oppa nado saranghae, mohon jangan melakukan tindakan yang ceroboh”
“mianhae, mianhaeyo jae rhim”
“anni, aku mencintai oppa aku tak menyesal dengan apa yang terjadi”
“mianhae aku selalu membuatmu menderita”
“oppa apa kau tahu? Berada disismu juga mencintaimu merupakan hal terindah di dunia ini, aku akan menunggumu, lanjutkan hidupmu, oppa saranghae~”
“ne, nado saranghae jae rhim, saranghae~”
………………………………………………………………………………………………………
02:00 PM
Rumah sakit Cube
“do joon hyung, bagaimana keadaanmu?” jun hyung menatap do joon cemas
“lumayan sakit” ucap do joon menunjukkan pergelangannya yang terluka dengan senyum pucatnya
“membuat orang cemas saja, apa kau tahu semua heboh mendengar kau memotong pergelangan kirimu, apa kau berencana bunuh diri?”
“awalnya ya, tapi akan ada seseorang yang menangis dan seorang lagi yang tak mengingikan aku melakukannya” do joon menatap jae eun yang sedari tadi di sebelah jun hyung, ia tahu yeoja ini menjaganya semalaman terlihat dari kedua mata jae eun yang sembab entah karena bergadang atau karena menangis semalaman.
“kenapa kau disini? Siapa yang memimpin latihan hari ini?”
“masih ada gi kwang” jawab jun hyung malas
“YAKHH cepat pergi latihan”
“araseo, tapi janji jangan melakukan hal bodoh lagi hyung”
“cieehh cepat pergi sana”
“ne, jae eun aku titip do joon hyung ya?” jae eun tak menjawab tapi ia melihat  infus do joon dan menggantinya dengan yang baru.
“gomawoo” ucap do joon ke jae eun
“aku tak melakukannya untuk mu, ini untuk jae rhim”
“aku tahu, tetap saja harus berterima kasih, apa kau tak merasa lelah berbohong jae eun?” jae eun menatap do joon bingung
“wae??”
“kau menyukainyakan? Kau menyukai jun hyung, iyakan?” jae eun mengecilkan pandangannya kearah do joon
“baboo” ucapnya menghindari pandangan do joon
“aku baru ingat, jae rhim pernah bercerita ia memiliki saudarah yang sangat menyukai jun hyung, bahkan kau mengoleksi photo jun hyung dihp mu itu yang jae rhim katakan tentanganmu, bagaimana rasanya berpelukan dengan jun hyung?” do joon mencoba menggoda jae eun, ia dapat melihat wajah jae eun memerah karena malu.
“aku tak mengerti kenapa jae rhim bisa menyukai orang yang sangat menyebalkan sepertimu?”
“hahahaha, kau marah?”
“siapa yang peduli”
“jae eun bagaimana perasaanmu dan jae rhim kepadaku?”
“jae rhim mencintai sementara aku membencimu”
“hahahahaha, kau sangat manis”
“dasar gila!”
“perasaan jae rhim dan kau terhadap jun hyung??” jae eun menatap do joon dalam kemudian menjawab.
“ia tak akan meyukai jun hyung karena aku menyukai jun hyung”
“aku mengerti, saudarah kembar yang baik”
FIN~~                      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar