Sabtu, 03 September 2011

FANFICTION bersambung (BEAST Vs BEAUTY) part 1


BEAST VS BEAUTY
Author : Little Mawang
Genre  : comedy romance
Cast    : BEAST( Yoon Doojoon, Jang Hyunseung, Yong Junhyung, Yang Yoseob, Lee Gikwang, Son dongwoon); MISS A (Lee Min-young, Bae Sue-ji, Wang Feifei, Meng Jiah)
Annyeonghaseyo~~??? I’M Little Mawang, I’M back again yeah~~
Akhir-akhir ini lagi suka membahas boyband satu ini, aku suka dengan lagu, style mereka pas nyanyi atau pun dance apalagi dengan namja sok cool yang bernamaYong Junhyung itu, kalau lagi gila aku akan teriak ke teman-teman dikampus juga di kost an” I’M The JOKER!!!” sambil lari-lari gak karuan* stress..^^*.
Oh ya pemeran utama di FF ini adalah………. Si Joker ma Miss Min, mungkin di sini akan terjadi pembohongan public, ya maklumlah namanya Fanfiction, hanya fiksi semata jadi jangan dianggap serius. Okey tak perlu banyak pembukaan langsung saja nikmati karya ku,
Kamsahamnida~
BEAST VS BEAUTY
Lee Minyoung Pov
Ya Tuhan kenapa ia sangat tampan? Saat tersenyum, tertawa, menatap orang, melamun, saat ngupil pun terlihat tampan. Ku letakkan tanganku di dada sebelah kiri dapat ku rasakan denyut jantungku semakin cepat seirama cepatnya langkahnya menghampiriku. Namja tampan yang bernama Yong Junhyung itu berjalan mendekatiku dengan headphone di telingah, bibirnya berkomat-kamit tak karuan
“yeah~ I’m the joker, can you hear my name….”sambil tersenyum, tunggu dulu tadi dia tersenyum? Tersenyum padaku kan?dengan secepat kilat ku pasang senyuman termanis yang ku miliki, kurapatkan kedua tanganku berharap ia akan menegurku
“hei Junhyung”
“hai hara, hari ini senggang” jun hyung melewatiku, merangkul bahu wanita yang memanggilnya
“kenapa ia?” wanita itu mengarahkan pandangan padaku yang terkulai lemas, hah~ ternyata senyumnya bukan untukku, sia-sia sudah aku memasang senyum paling manisku
“entahlah, mungkin ia lagi latihan tersenyum, kau tahu kan guru choi menyuruh kita banyak olahraga wajah, mungkin ia sedang menerapkannya”
“tapi kalau tersenyum selebar itu, apa mulutnya tak akan robek?” sialan tuh cewek malah ngatai lagi, bibirnya juga terbuka lebar kalau lagi bicara ampe lalat bisa masuk tuh. Ckckck mungkin tuh cewek doyan makan lalat kali ya buktinya selama bicara dengan si pangeran tampan udah lima lalat yang berhasil masuk mulutnya.
“benar juga ya, hara kau tunggu sebentar ya” sang pangeran berjalan ke arahku, ku putuskan untuk ngambek, aku tak akan tersenyum tak akan tersenyum!!! Omo~ ia tersenyum padaku, jangan tertipu min! mungkin sekarang dibelakangmu ada cewek cantik yang tersenyum padanya? Benar juga! Aku takkan tertipu.
“hei!” ucapnya sambil melambaikan tangannya, ingin ku balas sapaannya tapi sebelum tertipu lagi lebih baik kupastikan, ku lihat disekelilingku tak ada orang lain selain aku. Benarkah?? Sang pangeran tersenyum padaku, ‘AAAHH!!!’ rasanya ingin ku teriak merayakan kemenangan, ia semakin dekat kubalas senyumnya dengan malu-malu.
“ya begitu lebih bagus”
“eumm?? Wae??”
“kau terlihat bagus tersenyum begitu, kalau kau tersenyum seperti tadi kau bisa merobek mulutmu” aku bingung sebenarnya pangeran ngomong apa sich? Tapi ia bilang aku bagus wah~ senangnya
“sudah dulu ya bye” pangeran jun kembali melambaikan tangannya
“bye” pangeran~ apa kau telah nyadari kalau aku lah cinderellamu? Hah~ dunia ini sangat indah, tapi kenapa pangeran bersama wanita lain, wanita pemangsa lalat itu ugghh menyebalkan!!!
……………………………………………………………………………………………………
“hei yoseob, aku dengar kau di tebak oleh murid sekolah kita, siapa?”dojoon menatap yoseob dengan tatapan fakir miskin yang sudah 2 minggu tak makan melihat sebungkus nasi dihadapannya, yoseob menghindar dari tatapan dojoon tapi dojoon tak mau mengalah, ia membalikan tubuh yoseob dan memegang kedua pipi yoseob hingga kepalanya tak bisa bergerak sama sekali.
“YAHH!! Lepaskan aku, aku biasa melihat rambut-rambut hidungmu, menjijikkan” do joon melepaskan yoseob, ia meraba kolong mejanya menaruh kaca di hadapannya sembari memperhatikan kondisi hidungnya
“padahal kemarin udah kucabuti, tumbuh lagi ya?” iihh gila ganteng-ganteng rambut hidungnya panjang, ihhh geli. Oh ya yoseob, dojoon satu genk dengan pangeran jun sebenarnya masih ada tiga orang lagi, hyun seung, gi kwang dan dongwoon mereka semua satu kelas hingga terlihat sangat kompak, nama genknya BEAST, bukan karena wajah mereka jelek malah sebaliknya wajah mereka sangat tampan, ah tidak ada 5 namja tampan dan seorang namja imoet, si imoet ini adalah yoseob dilihat dari manapun, apapun yang yosoeb lakukan ia akan terlihat imoet.
“ayolah yoseob beri tahu kami”
“anni”
“yoseob-shi yang imoet ayolah beri tahu kami” kali ini dongwoon memasang wajah memelasnya. Ya Tuhan~ apa mereka semua manusia?
“YAHH!! Jangan sebut aku imoet” yoseob sangat benci disebut imoet ia selalu menyangkal kalau ia itu sexy, ya untuk ukuran bayi ia bisa berprilaku sexy hehehe
“aku tahu” gi kwang membuka suara, semua mata tertuju padanya
“siapa??” tanya para namja ini serempak, tapi disini tak ada  pangeran jun dan hyunseung kemana mereka ya?
“itu” ucap gi kwang mengarahkan mulut mayunnya kepada seorang yeoja dikelas. Siapa? Bukankah disini hanya ada aku, genk BEAST tanpa pangeran jun hyun seung, dan….?? Ku lirik seorang yeoja disampingku, kami hanya di pisahkan 2 kursi kosong. Bae sue-ji??? Benarkah?? Sue-ji menembak yoseob? Waw~ apa ia sudah gila? Walau yoseob itu memang sangat imoet walau ia sangat menyukai yoseob ataupun mencintai yoseob, apa ia tahu ini merupakan tindakan bunuh diri? Bisa-bisa ia mati dikeroyok murid cewek disekolah ini, lalu bisa-bisanya ia menembak yoseob dengan wajah dan penampilan seperti itu. Yah bae sue-ji kau hanya mempermalukan dirimu sendiri, tapi ia sue-ji sangat keren~ ia berani menyatakan perasaannya pada orang yang disukainya itu sangat keren, tapi apa jawaban yoseob ya?
“BAE SUE-JI???” teriak semua member BEAST bersamaan
“benarkah?” dongwoon mengecilkan suaranya agar tak didengar sue-ji. Ku lirik sue-ji dapat ku lihat wajahnya yang memerah karena malu.
“eumm” gi kwang mengangguk sembari menatap sue-ji, yoseob hanya bisa menghelakan napasnya.
“lalu jawabannya apa?”
“molla??” ucap gi kwang mengangkat pundak dan tangannya.
“yoseob bagimana jawabanmu? Ayo beri tahu kami jawabanmu” dojoon dan dongwoon menyikut tubuh yoseob, yoseob yang merasa terdesak akhirnya bicara
“ya mau bagaimana lagi? tentu saja tidak” sue-ji ditolak?? Sungguh malang nasibnya, aku mengerti bagaimana perasaannya? Menyukai seorang namja yang menjadi idola itu memang berat, belum lagi dengan memiliki wajah seperti kami pasti mereka akan lebih memilih yeoja yang cantik dan sexy walau aku akui kami sangat pintar di sekolah tapi apa gunanya otak pria lebih menyukai cewek cantik, pandai berdandan dan mempunyai tubuh sexy. Walau aku tak suka bae sue-ji karena ia merupakan sainganku di SMA ini, kalau tak aku yang juara umum maka ia yang akan menggantikanku, sifatnya juga menyebalkan ia tak pernah ingin berdiskus dengan yang lain menurutnya yang lain merupakan penghalangnya jika karena seseorang dari anggota kelompoknya yang tak bisa menjawab pertanyaan berarti ia yang rugi, maka nya ia tak pernah bisa berteman dengan orang lain, ia juga terlalu jujur pernah ia mengatakan seorang guru bodoh karena salah menjawab pertanyaan darinya ia suka sekali menguji guru-guru disini, ia banyak musuh dengan ia menyatakan cinta dengan yoseob ia bakalan menambah musuh, apa ia tak takut dengan itu? walau aku juga sebenarnya bukan orang baik tapi sifat ku tak separah dia.
“ya tentu saja ia di tolak, ia seperti itu sich?”
“hei junhyung hyun seung darimana kalian?” jun hyung? Segera ku balikkan badanku, kulihat jun hyung menghampiri genk dengan style khas junhyung, kenapa junhyung bicara seperti itu?
“apa maksudmu?”
“ya jelas saja ia di tolak penampilannya menyeramkan seperti itu” ucap jun hyung enteng, hatiku terasa di iris aku membayangkan aku adalah sebuah bawang merah yang diiris-iris tipis oleh jun hyung, bagaimana bisa orang yang selama ini ku anggap baik bak seorang pangeran bicara seperti itu? hatiku benar-benar kecewa.
“menyeramkan?”
“eum, penampilannya sangat buruk, bagaimana bisa seorang wanita bisa seburuk ia, ia benar-benar buruk” aku tak percaya, bagaiman bisa kalimat sekejam itu keluar dari mulut manisnya
“penampilannya terkesan cupu, belum lagi dengan kaca mata tebal itu, rambutnya yang licin sepertinya ia memakai minyak jelantah, lalu wajahnya sangat jelek, jerawatan kotor , ia juga bau” apa itu benar-benar jun hyung? Aku tak percaya ini? Kenapa ia bisa sejahat ini? Ku lirik sue-ji lagi ia hanya diam tapi tubuhnya gemetar, ia menangis jun hyung membuatnya menangis?
Walau sue-ji sangat jelek tapi mereka tak seharusnya bicara di belakangnya seperti ini, sue-ji pasti sangat sedih, sampai kapan mereka yang dibelakang sana mau mempermalukannya
“kalau aku jadi kau pun, aku akan melakukan hal yang sama aku tak akan mau berpacaran dengan cewek jelek” apa? Kau benar-benar membuatku marah jun hyung, ternyata kau bukan pangeran kau penyihir jahat, sangat jahat!!
“jun hyung tidak kah omonganmu sedikit keterlaluan?” hyun seung menyadarkannya
“kenapa? ini kenyataankan? Kalian mau berpacaran dengan cewek sepertinya? Kalau begitu kalian tembak saja ia?” yoseob menatap junhyung kesal
“tapi kau tak harus mempermalukkannya seperti itukan” yoseob berdiri menatap jun hyung penuh amarah, kau pantas mendapatkannya jun hyung.
“kenapa? apa kau menyukainya?” jun hyung mendesak yoseob, aneh kenapa yoseob sepertinya menghindar? Apa ia juga menyukai sue-ji? Tapi kenapa menolaknya kalau ia menyukai sue-ji?
“kau gila tentu saja tidak, aku hanya tak ingin terkesan buruk dimatanya” ucap yoseob gelagapan, ia berbohong, yoseob menyukai sue-ji.
“baguslah, jangan merusak image BEAST dengan berpacaran dengan orang seperti mereka” mereka? Siapa yang ia katakan mereka? Aisshh aku tak bisa menahannya lagi
“YAHHKKK, JUN HYUNG-SHHII!!!!” aku meneriaki namanya membuat semua menatap padaku. Aku benar-benar tak bisa menahannya lagi, jun hyung menatap ku bingung.
“eumm?” ia memasang wajahnya sok cool, menyebalkan!! Siaall aku tak bisa menahannya lagi
  a- a ak ..aku mau ke toilet”
“yaahhh mau ke toilet toh kirain mau marah-marah” ucap dojoon kecewa
“aku memang marah, KAU!!!!” aku menunjuk jun hyung, ia hanya mengedip-ngedipkan matanya, sudah terlambat kedipanmu tak akan berlaku lagi pada ku, Yong Junhyung.
“wae?”
“KAU!!! TUNGGU DISINI, JANGAN KABUR!!” aku segera mencari toilet, hah~ kenapa disaat seperti ini pengin pipis,  hah~ jun hyung itu keterlaluan sangat jahat!!!
…………………………………………………………………………………………………….
Ku langkahkan kaki ku dengan mantap, ku lihat mereka masih di tempat yang sama, bagus! Akan ku selesaikan sekarang.
“kau ingin bicara apa?” jun hyung menghadangku, ku tatap wajahnya ku bulatkan tekat untuk tak terpesona padamu, aku sungguh menyesal bisa terpesona pada penyihir jahat sepertimu, kau bukan pangeran kau penyihir jahat, ku mulai membayangkan jun hyung memakai pakaian penyihir seperti di dongeng-dongeng anak-anak dengan rambut putih panjangnya ia menatapku dan tertawa terbahak-bahak, aku adalah putri dalam cerita ini aku tak mau tertipu denganmu, aku tak akan memakan apel pemberianmu kemudian tertidur, akan ku ubah ceritanya hingga kau yang tertidur penyihir.
“kau ingin bicara apa?” ulangnya lagi
“memangnya kenapa?”
“eum?” ia bingung dengan pertanyaanku
“memangnya kenapa kalau kami jelek? Kalau kami cupu? Rambut kami memakai jelantah, wajah kami jelek jerawatan kotor juga bau? Kau tak berhak memaki kami, lagi pula yang sue-ji tembak bukan kau kenapa kau yang repot”
“lalu kenapa juga kau yang repot? bukan kau yang menembak yoseob?”
“lalu kenapa mengatakan ‘mereka’? Kau sengaja menyindirku juga kan?”
“kau merasa? Baguslah” jun hyung benar-benar membuatku marah
“YAH!!!! Kau pikir siapa dirimu? Kau hanya orang bodoh yang hanya bisa berdandan, aku bingung bagaimana bisa seorang namja berdandan dengan seriusnya sepertimu, apa kau banci?” aku takkan kalah, kau telah membuat putri tidur menjadi putri iblis jun hyung.
“hei kau mau mati!!” bentaknya
“tunggu dulu, kau gadis yang tersenyum lebar tadikan?” kenapa ia baru sadar?
“kalau iya kenapa?” tantangku
“hah~ benar-benar menyebalkan!!” jun hyung tersenyum meremehkan ku
“kenapa?”
“siapa namamu?” ucapnya melotot kepadaku
“kau tak tahu jun hyung? Namanya lee min young, ia itu si juara umum” ucap gi kwang
“juara umum?? Kenapa bisa sejelek dan segemuk ini?” anak ini benar-benar menyebalkan
BUKKK!!!
Pukulan ku berhasil mengenai hidungnya, biar patah sekalian aku tak peduli lagi rasanya aku sangat membencinya sekarang.
“YAH!! Apa yang kau lakukan? Hidungku hidungku, hidungku berdarah” ia berteriak histeris memegang hidungnya, semua member BEAST memeriksanya kecuali yoseob dapat kulihat senyum kecil di wajah yoseob seakan menyiratkan kalau jun hyung memang pantas mendapatkannya.
“hai kau mau kemana?” jun hyung menarik bajuku, segera ku lepaskan dan ke nendang tulang kering di kakinya
“AKKHH SIALL” ia kembali menjerit
“kalau kalian tak meyukai orang itu, jangan pernah tersenyum  seolah-olah menyukainya karena kami tak perlu tata karma dari orang seperti kalian, itu bukan tata karma itu tebar pesona” semua member BEAST mengangguk kecuali jun hyung ia masih sibuk mengelus kakinya yang sakit
“dan kau YOG JUN HYUNG kau kira kau tampan? Kau cool? Kau tak lebih hanya orang narsis dan bodoh menganggap dirinya istimewah, apa kau tahu kenapa orang  menyukaimu? Seseorang hanya memanfaatkan status sosialmu”
“ia kenapa?” tanya jun hyung bingung, ku tarik sue-ji keluar
“ayo keluar!! Apa kau mau mendengar mereka memakimu lagi?” sue-ji menghapus air matanya dan menerima tanganku, ku genggam tangannya erat aku tahu ia sangat rapuh saat ini, ini pertama kalinya kami bersama entah mengapa aku merasa ia sangat keren. Setelah jauh dari kelas dan gedung sekolah, sue-ji menghentikkan langkahnya membuatku juga harus berhenti
“bodoh mestinya aku sadar diri, aku ini jelek tak pantas untuknya, aku bagai sampah baginya, bau jelek dan tak berguna”
“kau berguna” sue-ji menatapku, ku lihat ujung matanya berair
“kau tahu sampah bisa di daur ulang, sampah bisa menjadi sangat berguna, sampah bahkan bisa lebih berharga dari barang mewah”
“benarkah?”
“kau tak percaya pada ku? Aku ini peringkat pertama” aku meyakinkannya
“ciehh, begitu senangnya menjadi pertama?”
“tentu saja” sue-ji mulai tersenyum
“hei, apa tak apa-apa memukul jun hyung seperti itu? apa kau tak merasa bersalah?”
“kenapa harus aku yang merasa bersalah? Ia yang salah kan?”
“benar tak apa? Apa kau tak sedih?”
“apa? Tidak sama sekali?” sepertinya seu-ji mulai mencari tahu perasaanku
“bohong! Kau menyukai jun hyungkan?”
“bagaimana kau tahu?”
“aku ini jenius, hanya orang bodoh yang tak bisa melihatnya, terukir jelas diwajahmu”
“berarti jun hyung bodoh? Begitu?”
“ya seperti itu lah, ia memang bodohkan, hahahhaha”
“benar ia memang bodoh, bahkan ia peringkat 30 dari 30 orang dikelas, sangat bodoh”
“iya benar-benar bodoh”
“hei kenapa kita jadi membahasnya? Sudah jangan membahasnya lagi itu hanya membuatku kesal”
“araseo araseo”
Place : min’s room
Ku hempaskan tubuhku ke kasur, berusaha memejamkan mataku tapi wajahnya selalu membayangiku, saat ku buka mata aku pun dapat melihatnya begitu jelas, poster nya terpajang jelas di depanku. Poster yang kubuat dari poto yang ku curi dari raportnya, karena saat itu wali kelas memintaku mengisi raportnya, ku tatap lagi poster itu, junhyung dengan rambut kelimis di belah dua simetri, kalau dilihat-lihat  ia tak begitu tampan kenapa aku bisa menyukainya?
“kalau aku jadi kau pun, aku akan melakukan hal yang sama aku tak akan mau berpacaran dengan cewek jelek” aku kembali terngiang ucapanya, memangnya siapa dia? Ia tak terlalu tampan masih banyak wajah yang tampan darinya, baiklah Yong Junhyung akan ku tunjukkan padamu apa itu cantik? Apa itu jelek? Akan ku pastikan kau bertekuk lutut padaku. Kalau hanya menguruskan badan sampai 20-25 kg aku bisa tenang saja, wajahku juga bisa ku ubah bila perlu akan ku lakukan operasi plastic, akan ku buktikan aku bisa menjadi cantik!!
Kau akan bertekuk lutut dihadapanku Yong jun hyung, kupastikan itu!!

To be continue?????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar