Sabtu, 03 September 2011

FANFICTION bersambung (BEAST Vs BEAUTY) part 1


BEAST VS BEAUTY
Author : Little Mawang
Genre  : comedy romance
Cast    : BEAST( Yoon Doojoon, Jang Hyunseung, Yong Junhyung, Yang Yoseob, Lee Gikwang, Son dongwoon); MISS A (Lee Min-young, Bae Sue-ji, Wang Feifei, Meng Jiah)
Annyeonghaseyo~~??? I’M Little Mawang, I’M back again yeah~~
Akhir-akhir ini lagi suka membahas boyband satu ini, aku suka dengan lagu, style mereka pas nyanyi atau pun dance apalagi dengan namja sok cool yang bernamaYong Junhyung itu, kalau lagi gila aku akan teriak ke teman-teman dikampus juga di kost an” I’M The JOKER!!!” sambil lari-lari gak karuan* stress..^^*.
Oh ya pemeran utama di FF ini adalah………. Si Joker ma Miss Min, mungkin di sini akan terjadi pembohongan public, ya maklumlah namanya Fanfiction, hanya fiksi semata jadi jangan dianggap serius. Okey tak perlu banyak pembukaan langsung saja nikmati karya ku,
Kamsahamnida~
BEAST VS BEAUTY
Lee Minyoung Pov
Ya Tuhan kenapa ia sangat tampan? Saat tersenyum, tertawa, menatap orang, melamun, saat ngupil pun terlihat tampan. Ku letakkan tanganku di dada sebelah kiri dapat ku rasakan denyut jantungku semakin cepat seirama cepatnya langkahnya menghampiriku. Namja tampan yang bernama Yong Junhyung itu berjalan mendekatiku dengan headphone di telingah, bibirnya berkomat-kamit tak karuan
“yeah~ I’m the joker, can you hear my name….”sambil tersenyum, tunggu dulu tadi dia tersenyum? Tersenyum padaku kan?dengan secepat kilat ku pasang senyuman termanis yang ku miliki, kurapatkan kedua tanganku berharap ia akan menegurku
“hei Junhyung”
“hai hara, hari ini senggang” jun hyung melewatiku, merangkul bahu wanita yang memanggilnya
“kenapa ia?” wanita itu mengarahkan pandangan padaku yang terkulai lemas, hah~ ternyata senyumnya bukan untukku, sia-sia sudah aku memasang senyum paling manisku
“entahlah, mungkin ia lagi latihan tersenyum, kau tahu kan guru choi menyuruh kita banyak olahraga wajah, mungkin ia sedang menerapkannya”
“tapi kalau tersenyum selebar itu, apa mulutnya tak akan robek?” sialan tuh cewek malah ngatai lagi, bibirnya juga terbuka lebar kalau lagi bicara ampe lalat bisa masuk tuh. Ckckck mungkin tuh cewek doyan makan lalat kali ya buktinya selama bicara dengan si pangeran tampan udah lima lalat yang berhasil masuk mulutnya.
“benar juga ya, hara kau tunggu sebentar ya” sang pangeran berjalan ke arahku, ku putuskan untuk ngambek, aku tak akan tersenyum tak akan tersenyum!!! Omo~ ia tersenyum padaku, jangan tertipu min! mungkin sekarang dibelakangmu ada cewek cantik yang tersenyum padanya? Benar juga! Aku takkan tertipu.
“hei!” ucapnya sambil melambaikan tangannya, ingin ku balas sapaannya tapi sebelum tertipu lagi lebih baik kupastikan, ku lihat disekelilingku tak ada orang lain selain aku. Benarkah?? Sang pangeran tersenyum padaku, ‘AAAHH!!!’ rasanya ingin ku teriak merayakan kemenangan, ia semakin dekat kubalas senyumnya dengan malu-malu.
“ya begitu lebih bagus”
“eumm?? Wae??”
“kau terlihat bagus tersenyum begitu, kalau kau tersenyum seperti tadi kau bisa merobek mulutmu” aku bingung sebenarnya pangeran ngomong apa sich? Tapi ia bilang aku bagus wah~ senangnya
“sudah dulu ya bye” pangeran jun kembali melambaikan tangannya
“bye” pangeran~ apa kau telah nyadari kalau aku lah cinderellamu? Hah~ dunia ini sangat indah, tapi kenapa pangeran bersama wanita lain, wanita pemangsa lalat itu ugghh menyebalkan!!!
……………………………………………………………………………………………………
“hei yoseob, aku dengar kau di tebak oleh murid sekolah kita, siapa?”dojoon menatap yoseob dengan tatapan fakir miskin yang sudah 2 minggu tak makan melihat sebungkus nasi dihadapannya, yoseob menghindar dari tatapan dojoon tapi dojoon tak mau mengalah, ia membalikan tubuh yoseob dan memegang kedua pipi yoseob hingga kepalanya tak bisa bergerak sama sekali.
“YAHH!! Lepaskan aku, aku biasa melihat rambut-rambut hidungmu, menjijikkan” do joon melepaskan yoseob, ia meraba kolong mejanya menaruh kaca di hadapannya sembari memperhatikan kondisi hidungnya
“padahal kemarin udah kucabuti, tumbuh lagi ya?” iihh gila ganteng-ganteng rambut hidungnya panjang, ihhh geli. Oh ya yoseob, dojoon satu genk dengan pangeran jun sebenarnya masih ada tiga orang lagi, hyun seung, gi kwang dan dongwoon mereka semua satu kelas hingga terlihat sangat kompak, nama genknya BEAST, bukan karena wajah mereka jelek malah sebaliknya wajah mereka sangat tampan, ah tidak ada 5 namja tampan dan seorang namja imoet, si imoet ini adalah yoseob dilihat dari manapun, apapun yang yosoeb lakukan ia akan terlihat imoet.
“ayolah yoseob beri tahu kami”
“anni”
“yoseob-shi yang imoet ayolah beri tahu kami” kali ini dongwoon memasang wajah memelasnya. Ya Tuhan~ apa mereka semua manusia?
“YAHH!! Jangan sebut aku imoet” yoseob sangat benci disebut imoet ia selalu menyangkal kalau ia itu sexy, ya untuk ukuran bayi ia bisa berprilaku sexy hehehe
“aku tahu” gi kwang membuka suara, semua mata tertuju padanya
“siapa??” tanya para namja ini serempak, tapi disini tak ada  pangeran jun dan hyunseung kemana mereka ya?
“itu” ucap gi kwang mengarahkan mulut mayunnya kepada seorang yeoja dikelas. Siapa? Bukankah disini hanya ada aku, genk BEAST tanpa pangeran jun hyun seung, dan….?? Ku lirik seorang yeoja disampingku, kami hanya di pisahkan 2 kursi kosong. Bae sue-ji??? Benarkah?? Sue-ji menembak yoseob? Waw~ apa ia sudah gila? Walau yoseob itu memang sangat imoet walau ia sangat menyukai yoseob ataupun mencintai yoseob, apa ia tahu ini merupakan tindakan bunuh diri? Bisa-bisa ia mati dikeroyok murid cewek disekolah ini, lalu bisa-bisanya ia menembak yoseob dengan wajah dan penampilan seperti itu. Yah bae sue-ji kau hanya mempermalukan dirimu sendiri, tapi ia sue-ji sangat keren~ ia berani menyatakan perasaannya pada orang yang disukainya itu sangat keren, tapi apa jawaban yoseob ya?
“BAE SUE-JI???” teriak semua member BEAST bersamaan
“benarkah?” dongwoon mengecilkan suaranya agar tak didengar sue-ji. Ku lirik sue-ji dapat ku lihat wajahnya yang memerah karena malu.
“eumm” gi kwang mengangguk sembari menatap sue-ji, yoseob hanya bisa menghelakan napasnya.
“lalu jawabannya apa?”
“molla??” ucap gi kwang mengangkat pundak dan tangannya.
“yoseob bagimana jawabanmu? Ayo beri tahu kami jawabanmu” dojoon dan dongwoon menyikut tubuh yoseob, yoseob yang merasa terdesak akhirnya bicara
“ya mau bagaimana lagi? tentu saja tidak” sue-ji ditolak?? Sungguh malang nasibnya, aku mengerti bagaimana perasaannya? Menyukai seorang namja yang menjadi idola itu memang berat, belum lagi dengan memiliki wajah seperti kami pasti mereka akan lebih memilih yeoja yang cantik dan sexy walau aku akui kami sangat pintar di sekolah tapi apa gunanya otak pria lebih menyukai cewek cantik, pandai berdandan dan mempunyai tubuh sexy. Walau aku tak suka bae sue-ji karena ia merupakan sainganku di SMA ini, kalau tak aku yang juara umum maka ia yang akan menggantikanku, sifatnya juga menyebalkan ia tak pernah ingin berdiskus dengan yang lain menurutnya yang lain merupakan penghalangnya jika karena seseorang dari anggota kelompoknya yang tak bisa menjawab pertanyaan berarti ia yang rugi, maka nya ia tak pernah bisa berteman dengan orang lain, ia juga terlalu jujur pernah ia mengatakan seorang guru bodoh karena salah menjawab pertanyaan darinya ia suka sekali menguji guru-guru disini, ia banyak musuh dengan ia menyatakan cinta dengan yoseob ia bakalan menambah musuh, apa ia tak takut dengan itu? walau aku juga sebenarnya bukan orang baik tapi sifat ku tak separah dia.
“ya tentu saja ia di tolak, ia seperti itu sich?”
“hei junhyung hyun seung darimana kalian?” jun hyung? Segera ku balikkan badanku, kulihat jun hyung menghampiri genk dengan style khas junhyung, kenapa junhyung bicara seperti itu?
“apa maksudmu?”
“ya jelas saja ia di tolak penampilannya menyeramkan seperti itu” ucap jun hyung enteng, hatiku terasa di iris aku membayangkan aku adalah sebuah bawang merah yang diiris-iris tipis oleh jun hyung, bagaimana bisa orang yang selama ini ku anggap baik bak seorang pangeran bicara seperti itu? hatiku benar-benar kecewa.
“menyeramkan?”
“eum, penampilannya sangat buruk, bagaimana bisa seorang wanita bisa seburuk ia, ia benar-benar buruk” aku tak percaya, bagaiman bisa kalimat sekejam itu keluar dari mulut manisnya
“penampilannya terkesan cupu, belum lagi dengan kaca mata tebal itu, rambutnya yang licin sepertinya ia memakai minyak jelantah, lalu wajahnya sangat jelek, jerawatan kotor , ia juga bau” apa itu benar-benar jun hyung? Aku tak percaya ini? Kenapa ia bisa sejahat ini? Ku lirik sue-ji lagi ia hanya diam tapi tubuhnya gemetar, ia menangis jun hyung membuatnya menangis?
Walau sue-ji sangat jelek tapi mereka tak seharusnya bicara di belakangnya seperti ini, sue-ji pasti sangat sedih, sampai kapan mereka yang dibelakang sana mau mempermalukannya
“kalau aku jadi kau pun, aku akan melakukan hal yang sama aku tak akan mau berpacaran dengan cewek jelek” apa? Kau benar-benar membuatku marah jun hyung, ternyata kau bukan pangeran kau penyihir jahat, sangat jahat!!
“jun hyung tidak kah omonganmu sedikit keterlaluan?” hyun seung menyadarkannya
“kenapa? ini kenyataankan? Kalian mau berpacaran dengan cewek sepertinya? Kalau begitu kalian tembak saja ia?” yoseob menatap junhyung kesal
“tapi kau tak harus mempermalukkannya seperti itukan” yoseob berdiri menatap jun hyung penuh amarah, kau pantas mendapatkannya jun hyung.
“kenapa? apa kau menyukainya?” jun hyung mendesak yoseob, aneh kenapa yoseob sepertinya menghindar? Apa ia juga menyukai sue-ji? Tapi kenapa menolaknya kalau ia menyukai sue-ji?
“kau gila tentu saja tidak, aku hanya tak ingin terkesan buruk dimatanya” ucap yoseob gelagapan, ia berbohong, yoseob menyukai sue-ji.
“baguslah, jangan merusak image BEAST dengan berpacaran dengan orang seperti mereka” mereka? Siapa yang ia katakan mereka? Aisshh aku tak bisa menahannya lagi
“YAHHKKK, JUN HYUNG-SHHII!!!!” aku meneriaki namanya membuat semua menatap padaku. Aku benar-benar tak bisa menahannya lagi, jun hyung menatap ku bingung.
“eumm?” ia memasang wajahnya sok cool, menyebalkan!! Siaall aku tak bisa menahannya lagi
  a- a ak ..aku mau ke toilet”
“yaahhh mau ke toilet toh kirain mau marah-marah” ucap dojoon kecewa
“aku memang marah, KAU!!!!” aku menunjuk jun hyung, ia hanya mengedip-ngedipkan matanya, sudah terlambat kedipanmu tak akan berlaku lagi pada ku, Yong Junhyung.
“wae?”
“KAU!!! TUNGGU DISINI, JANGAN KABUR!!” aku segera mencari toilet, hah~ kenapa disaat seperti ini pengin pipis,  hah~ jun hyung itu keterlaluan sangat jahat!!!
…………………………………………………………………………………………………….
Ku langkahkan kaki ku dengan mantap, ku lihat mereka masih di tempat yang sama, bagus! Akan ku selesaikan sekarang.
“kau ingin bicara apa?” jun hyung menghadangku, ku tatap wajahnya ku bulatkan tekat untuk tak terpesona padamu, aku sungguh menyesal bisa terpesona pada penyihir jahat sepertimu, kau bukan pangeran kau penyihir jahat, ku mulai membayangkan jun hyung memakai pakaian penyihir seperti di dongeng-dongeng anak-anak dengan rambut putih panjangnya ia menatapku dan tertawa terbahak-bahak, aku adalah putri dalam cerita ini aku tak mau tertipu denganmu, aku tak akan memakan apel pemberianmu kemudian tertidur, akan ku ubah ceritanya hingga kau yang tertidur penyihir.
“kau ingin bicara apa?” ulangnya lagi
“memangnya kenapa?”
“eum?” ia bingung dengan pertanyaanku
“memangnya kenapa kalau kami jelek? Kalau kami cupu? Rambut kami memakai jelantah, wajah kami jelek jerawatan kotor juga bau? Kau tak berhak memaki kami, lagi pula yang sue-ji tembak bukan kau kenapa kau yang repot”
“lalu kenapa juga kau yang repot? bukan kau yang menembak yoseob?”
“lalu kenapa mengatakan ‘mereka’? Kau sengaja menyindirku juga kan?”
“kau merasa? Baguslah” jun hyung benar-benar membuatku marah
“YAH!!!! Kau pikir siapa dirimu? Kau hanya orang bodoh yang hanya bisa berdandan, aku bingung bagaimana bisa seorang namja berdandan dengan seriusnya sepertimu, apa kau banci?” aku takkan kalah, kau telah membuat putri tidur menjadi putri iblis jun hyung.
“hei kau mau mati!!” bentaknya
“tunggu dulu, kau gadis yang tersenyum lebar tadikan?” kenapa ia baru sadar?
“kalau iya kenapa?” tantangku
“hah~ benar-benar menyebalkan!!” jun hyung tersenyum meremehkan ku
“kenapa?”
“siapa namamu?” ucapnya melotot kepadaku
“kau tak tahu jun hyung? Namanya lee min young, ia itu si juara umum” ucap gi kwang
“juara umum?? Kenapa bisa sejelek dan segemuk ini?” anak ini benar-benar menyebalkan
BUKKK!!!
Pukulan ku berhasil mengenai hidungnya, biar patah sekalian aku tak peduli lagi rasanya aku sangat membencinya sekarang.
“YAH!! Apa yang kau lakukan? Hidungku hidungku, hidungku berdarah” ia berteriak histeris memegang hidungnya, semua member BEAST memeriksanya kecuali yoseob dapat kulihat senyum kecil di wajah yoseob seakan menyiratkan kalau jun hyung memang pantas mendapatkannya.
“hai kau mau kemana?” jun hyung menarik bajuku, segera ku lepaskan dan ke nendang tulang kering di kakinya
“AKKHH SIALL” ia kembali menjerit
“kalau kalian tak meyukai orang itu, jangan pernah tersenyum  seolah-olah menyukainya karena kami tak perlu tata karma dari orang seperti kalian, itu bukan tata karma itu tebar pesona” semua member BEAST mengangguk kecuali jun hyung ia masih sibuk mengelus kakinya yang sakit
“dan kau YOG JUN HYUNG kau kira kau tampan? Kau cool? Kau tak lebih hanya orang narsis dan bodoh menganggap dirinya istimewah, apa kau tahu kenapa orang  menyukaimu? Seseorang hanya memanfaatkan status sosialmu”
“ia kenapa?” tanya jun hyung bingung, ku tarik sue-ji keluar
“ayo keluar!! Apa kau mau mendengar mereka memakimu lagi?” sue-ji menghapus air matanya dan menerima tanganku, ku genggam tangannya erat aku tahu ia sangat rapuh saat ini, ini pertama kalinya kami bersama entah mengapa aku merasa ia sangat keren. Setelah jauh dari kelas dan gedung sekolah, sue-ji menghentikkan langkahnya membuatku juga harus berhenti
“bodoh mestinya aku sadar diri, aku ini jelek tak pantas untuknya, aku bagai sampah baginya, bau jelek dan tak berguna”
“kau berguna” sue-ji menatapku, ku lihat ujung matanya berair
“kau tahu sampah bisa di daur ulang, sampah bisa menjadi sangat berguna, sampah bahkan bisa lebih berharga dari barang mewah”
“benarkah?”
“kau tak percaya pada ku? Aku ini peringkat pertama” aku meyakinkannya
“ciehh, begitu senangnya menjadi pertama?”
“tentu saja” sue-ji mulai tersenyum
“hei, apa tak apa-apa memukul jun hyung seperti itu? apa kau tak merasa bersalah?”
“kenapa harus aku yang merasa bersalah? Ia yang salah kan?”
“benar tak apa? Apa kau tak sedih?”
“apa? Tidak sama sekali?” sepertinya seu-ji mulai mencari tahu perasaanku
“bohong! Kau menyukai jun hyungkan?”
“bagaimana kau tahu?”
“aku ini jenius, hanya orang bodoh yang tak bisa melihatnya, terukir jelas diwajahmu”
“berarti jun hyung bodoh? Begitu?”
“ya seperti itu lah, ia memang bodohkan, hahahhaha”
“benar ia memang bodoh, bahkan ia peringkat 30 dari 30 orang dikelas, sangat bodoh”
“iya benar-benar bodoh”
“hei kenapa kita jadi membahasnya? Sudah jangan membahasnya lagi itu hanya membuatku kesal”
“araseo araseo”
Place : min’s room
Ku hempaskan tubuhku ke kasur, berusaha memejamkan mataku tapi wajahnya selalu membayangiku, saat ku buka mata aku pun dapat melihatnya begitu jelas, poster nya terpajang jelas di depanku. Poster yang kubuat dari poto yang ku curi dari raportnya, karena saat itu wali kelas memintaku mengisi raportnya, ku tatap lagi poster itu, junhyung dengan rambut kelimis di belah dua simetri, kalau dilihat-lihat  ia tak begitu tampan kenapa aku bisa menyukainya?
“kalau aku jadi kau pun, aku akan melakukan hal yang sama aku tak akan mau berpacaran dengan cewek jelek” aku kembali terngiang ucapanya, memangnya siapa dia? Ia tak terlalu tampan masih banyak wajah yang tampan darinya, baiklah Yong Junhyung akan ku tunjukkan padamu apa itu cantik? Apa itu jelek? Akan ku pastikan kau bertekuk lutut padaku. Kalau hanya menguruskan badan sampai 20-25 kg aku bisa tenang saja, wajahku juga bisa ku ubah bila perlu akan ku lakukan operasi plastic, akan ku buktikan aku bisa menjadi cantik!!
Kau akan bertekuk lutut dihadapanku Yong jun hyung, kupastikan itu!!

To be continue?????

Kamis, 01 September 2011

FanFiction


How U Love Me???
Author : Little Mawang
Genre  : Romance
Cast    : BEAST( Yoon Doojoon, Yong Junhyung)
______________________________________________________________________________
How U Love Me???
Do joon terpaku menatap bangku taman, sudah 2 jam ia berdiri tanpa melakukan apapun. ‘tempat yang sama, tapi kenapa terasa berbeda?’
______________________________________________________________________________
Flashback
“oppa, hari ini sibuk?” do joon menatap yeoja dihadapannya
“kenapa?”
“anni, hanya ingin mengajak ke suatu tempat yang sangat bagus, sibukkah?”
“tak begitu jelas, tapi akan ku usahakan datang”
“ne, gomawoo” yeoja tersebut tersenyum ‘apa kau baik-baik saja bersamaku? Aku tak bisa sering bersamamu, menjaga bahkan untuk bertemu saja begitu sulit, apa tak apa terus dilanjutkan? Jangan menyiksa diri jae rhim, aku tahu begitu sulitnya kau menjadi kekasihku’
“jae rhim-ah?”
“ne?”
“apa kau bahagia bersamaku?” ‘pertanyaan bodoh, aku tahu kau sangat menderita’
“eum, aku bahagia karena do joon oppa selalu baik padaku” jae rhim menatap do joon, tak ada keraguan dalam mata jae rhim, tapi ini justru membuat do joon menjadi sulit. Do joon tahu dia tak bisa melakukan apapun untuk yeoja chingunya ini, untuk bertemu saja ia harus mencuri waktu istirahatnya, menjadi  superstar memang impiannya, tapi jadi begitu sulit semenjak ia mengenal jae rhim. Jae rhim, gadis polos ini, selalu mencintainya dalam keadaan apapun, dia akan menunggu sampai do joon datang walau tahu do joon tak bisa datang karena ia percaya kekasihnya ini akan datang walau setelat apapun ia.
“apa itu saja cukup?” jae rhim menatap do joon seakan tak percaya apa yang dikatakan do joon.
“ne itu sudah cukup, oppa apa kau sakit? Kenapa pertanyaanmu aneh?” jae rhim menatap kening do joon dengan punggung tangannya tapi segera di tepis do joon, jae rhim terkejut dengan perlakuan do joon, ia menatap do joon bingung.
“oppa?”
“kita akhiri disini saja!” jae rhim tersentak hatinya remuk seketika
“wae? Waeyo? Apa aku melakukan kesalahan? Oppa~” jae rhim menggenggam jemari do joon berharap semua yang dikatakan do joon tak benar, air matanya pun jatuh di punggung tangan do joon ’mian, mianhae jae rhim, aku tak bisa membiarkan kau menderita gara-gara ku lagi, sudah cukup pengorbananmu selama ini, kau akan menderita bila terus bersamaku’
“ne kau melakukan kesalahan, kau salah karena mencintai orang sepertiku, apa kau tahu kau tak pantas untuk ku? Gadis jelek, pendek juga bodoh sepertimu takkan pantas mendampingiku, aku tak bisa berbohong lagi, hah~ kau tahu ini sangat sulit? Aku tak mencintaimu” do joon menatap jae rhim tajam, melepaskan genggaman jae rhim.
“oppa kau berbohongkan? Kau mencintaiku kan? Katakan semua tadi bohong? Oppa!!!”
“kim jae rhim, berhenti merengek kau ini sangat merepotkan, semua yang ku katakan tadi benar, aku tak mencintaimu, aku hanya membodohimu selama ini” hati jae rhim tersayat-sayat
“tapi kenapa… kenapa kau membohongiku?”
“karena kau sangat bodoh dan mudah ditipu”
“andwae!! Semua ini bohong, kau mencintaiku, katakan kau mencintaiku oppa!!”
“aku hanya kasihan padamu” ucap do joon datar
“ya, mestinya aku sudah tahu ini dari dulu, mana mungkin seorang do joon leader B2ST menyukai gadis biasa yang jelek, bodoh sepertiku mestinya aku menyadari itu, ya aku mengerti, aku mengerti!!!” jae rhim berlari meninggalkan do joon yang masih duduk dan tertunduk ‘mianhae jae rhim ini kulakukan untuk keselamatanmu, aku tak bisa melihat kau terluka berada disampingku, mianhae karena aku tak bisa melindungi juga menjagamu, mian karena telah menyakitimu, cheongmal mianhae’ tanpa terasa air mata do joon menetes
“AAAHHHH!!!!”
BRUUKKKK
Do joon memukul pohon disampingnya ‘baboo, dasar tak berguna untuk melindungi pacarmu sendiri kau tak bisa’ do joon memaki dirinya sendiri, darah segar mengalir dari tangannya, sakit tapi tak sesakit hatinya yang telah berbohong pada dirinya sendiri.
End flashback~~~
______________________________________________________________________________
Ini tempat ia dan jae rhim biasa membuat janji, ini tempat pertama kali ia melihat jae rhim dan ini tempat ia memutuskan jae rhim.
“hah~” do joon menghela napas panjang, sudah 2 tahun lebih ia putus dari jae rhim dan selama itu juga ia tak pernah mendapatkan kabar dari jae rhim. Tak ada yang tahu dimana jae rhim berada? Do joon sendiri berusaha mencari jae rhim tapi hasilnya nihil, seseorang mengatakan bahwa keluarga jae rhim telah pindah ke tempat yang jauh dari seoul tanpa mengetahui alamat yang jelas. ‘jae rhim-ah sebenarnya dimana kau?’
Tring tring tring
Sebuah pesan masuk ke hp  do joon menyuruhnya segera ke studio, dengan langkah yang berat ia meninggalkan tempat kenangannya bersama jae rhim. ‘jae rhim-ah apa kau masih mencintaiku?’ tanpa sadar do joon menabrak seseorang.
“ahh mianhae cheongmal mianhaeyo”. ‘ada apa denganya bukannya aku yang menabraknya tapi mengapa malah dia yang minta maaf?’ do joon menoleh ke arah orang  tersebut, menatapnya dalam tanpa berkedip.
“eumm, waeyo??” orang itu melambaikan tangannya didepan do joon yang terpaku menatapnya
“ja jae rhim?” ucapnya terbata-bata
“anni, kim jae eun aku saudarah kembar jae rhim, nugu?” ‘saudarah kembar?? Apa Jae rhim pernah bercerita ia punya saudarah kembar?’
“nugu?” tanya jae eun lagi menyadarkan do joon
“do joon” wajah jae eun berubah, ia menatap do joon tajam kemudian memukulnya.
BUUKKKK
Jae eun memukul wajah do joon, sudut bibir do joon berdarah, ia tak mengerti mengapa yeoja ini memukulnya? Ketika jae eun ingin memukulnya untuk kedua kali seseorang datang menangkap tangannya dan mendorong tubuhnya hingga ia tersungkur di tanah.
“jun hyung” do joon menatap namja yang berdiri hadapannya, namja ini menutup wajahnya dengan topi
“hyung dari mana saja? Semua orang mencarimu, kau tak apa-apa?”
“ne”
“aisshh, kenapa kau bisa membiarkan seseorang melukaimu? Kau tahu berapa berharga tubuh kita ini? Bibir mu sampai berdarah seperti itu, YAKHH !!!! apa yang sebenarnya kau inginkan darinya?” jun hyung menatap jae eun tajam, tapi jae eun malah menatap do joon tajam, ia tak memperdulikan jun hyung yang berdiri dihadapannya, tersirat kebencian yang dalam dari matanya. Jae eun berjalan melewati jun hyung menuju do joon, sementara do joon masih tak percaya dengan yang ia lihat. ‘wajah yang sama, tapi karakternya begitu berbeda jae rhim tak akan pernah memukulku walau seberapa bencinya ia padaku, jae rhim tak akan memakai pakai seperti cowok begini, jae rhim tak akan berani menatapku seperti yang ia lakukan karena jae rhim terlalu pemalu, jae rhim tak bisa bersepeda dan mana mungkin ia membawa sepeda seperti orang ini, ya ia bukan kau, ia bukan jae rhim ku, ia orang lain walau wajahnya sama’
BUKKK
Jae eun memukul do joon lagi, mata jun hyung terbelak seakan tak percaya do joon tak melawan sama sekali, bahkan membiarkan jae eun memukulnya sepuas hati.
“HEI HENTIKAN!!!” jun hyung memegang tubuh jae eun, jae eun berontak sekuat tenaga, bahkan sekarang ia malah berkelahi dengan jun hyung.
“jun hyung hentikan” jun hyung tak mendengarkan ucapan do joon, ia masih sibuk berkelahi dengan jae eun.
“KU BILANG HENTIKAN!!!!, ia itu perempuan” do joon berteriak sambil menahan rasa sakit diperutnya akibat tendangan jae eun.
“yeoja??” tanya jun hyung bingung, ia menatap orang yang berada di depannya dalam, tanpa sempat mengelak alhasil sebuah bogem mentah berhasil mendarat di pelipisnya.
“AHHH AISHHHH…!!! YAKHH !!! tak bisakah kau berhenti sebentar?”
“BRENGSEKKK!!!!” jae eun berteriak kencang semua melihat kearahnya, menyadari situasi ini jun hyung menyeret jae eun ke tempat yang lebih sepi diikuti do joon, anehnya jae eun menurut.
……………………………………………………………………………………………………
“siapa kau? Kenapa memukul do joon hyung?”
“hyung?? Pantaskah? Orang seperti dia? Ciehhh…” jae eun memandang remeh do joon
“aissshhh kenapa kau ini? Pantaskah seorang yeoja bersikap seperti itu?”
“memangnya kenapa kalau aku yeoja? Apa kau tak berani memukulku? Dasar pengecut!!”
“hentikkan!! Aku tahu kau membenci, tapi tolong jawab pertanyaanku dimana jae rhim??”
“di neraka!!” do joon menatap jae eun tajam, ia merasa dipermainkan oleh jae eun
“coba kau katakan sekali lagi?”
“ia di neraka, ia pantas mendapatkan itu”
PLAKKK
Sebuah tamparan mendarat dipipi jae eun, jun hyung tak percaya apa ia lihat, leader yang selama ini ia hormati ternyata bisa juga melakukan itu. kelopak mata jae eun berair, mungkin karena menahan rasa sakit di pipinya ataukah dihatinya.
“hah~ ternyata bisa juga menampar seorang yeoja” jae eun tersenyum sinis pada do joon walau hantinya sangat teriris.
“dimana jae rhim?” do joon mengulang pertanyaanya
“neraka” jawab jae eun tegas
“YAKHH?”
“karena sebuah kebodohan menyebabkannya tersesat dan kehilangan arah, karena kebodohannya mencintai orang sepertimu”
“jangan bercanda”
“apa aku terlihat bercanda?? Kim jae rhim meninggal tahun lalu tepat di hari ulang tahun mu,  kau tahu kenapa?” do joon tak percaya semua yang diucapkan jae eun ‘dia pasti berbohong, ia berbohong’
“kau berbohong”
“tahun kemarin kau menerima kartu ucapan selamat yang berdarah kan?” do joon mencoba mengingatnya.
“ya, kau menerimanya hyung, ia juga memberimu sebuah gantungan kunci kalau tak salah kau memberikannya pada yoseob” sambung jun hyung
“sebuah gantungan kunci berbentuk bintang? “
“ne, berbentuk bintang”. ‘ya, memang tahun kemarin ada yang mengirimku sebuah ucapan selamat karena berdarah aku kira dari seorang psyco karena ia menulis kau adalah milikku seorang, benarkah jae rhim telah meninggal? Benarkah?’
“tak mungkin, kau pasti berbohong, katakan kau berbohong! Kau jae rhim kan? Kau  jae rhim, aku tahu ini kau jae rhim” do joon memeluk paksa jae eun
‘lepaskan aku!!” jun hyung menarik tubuh do joon menjauhi jae eun, ia tahu yeoja ini tak nyaman di peluk do joon mungkin karena ia sangat membenci do joon.
“kim jae rhim, kau kim jae rhim kan?” do joon berteriak tak karuan
“baboo~, keduanya bodoh, apa kau tahu jae rhim sangat menyukaimu? Setelah putus dari mu, ia tak melakukan apapun bahkan ia mencoba bunuh diri, cinta yang bodoh, KENAPA KAU MENCINTA PRIA BODOH SEPERTI IA KIM JAE RHIM” jae eun berteriak menatap langit luas, semua terdiam hanya isak tangis dari jae eun, dan do joon yang terkulai lemah menerima kenyataan jae rhim telah meninggal.
…………………………………………………………………………………………………….
Jun hyung menyentuh punggung jae eun, ia tahu mungkin yeoja ini seketika akan memukulnya tapi itu semua tak penting, melihat jae eun yang menangis dengan punggung yang gemetar membuatnya iba, ia bingung harus berbuat apa? Antara menghibur hyungnya atau jae eun, tapi ia hanya memilih diam sambil menepuk punggung jae eun.
“hiks” jae eun berbalik dan memeluk jun hyung erat, jun hyung terkejut tapi ia tetap membiarkan yeoja ini memeluknya, mungkin dengan ini kesedihanya akan berkurang, walau harus diakui jantungnya berdetak tak karuan.
“aku harus bagaimana? Aku sudah katakan kenapa ia begitu bodoh tetap mencintai pria yang mencampakkannya? aku sudah katakan pria itu brengsekk tapi ia tak mendengarkanku dan masih saja datang menemui pria itu, ia selalu melihat pria itu walau sang pria tak melihatnya, ia tetap menunggu di tempat yang sama berharap sang pria datang kepadanya lagi, aku sudah katakan berhentilah menyukai pria seperti itu tapi ia tetap mencintainya, jae rhim bodoh!!” jae eun memaki jae rhim. ‘ benarkah itu? kim jae rhim kenapa kau lakukan itu? kenapa kau menyiksa dirimu sendiri?’
“kau berbohong bagaimana mungkin ia meninggal??” do joon berteriak ke  jae eun. Jun hyung dapat merasakan yeoja ini sangat takut, ia memeluk erat yeoja ini kemudian berkata
“tak apa-apa semua akan baik-baik saja” jae eun melepaskan pelukannya dan menatap jun hyung dalam, jun hyung menghapus air mata di kedua pipi jae eun dan tersenyum padanya
“hari dimana kalian konser, hari tepat ultah mu, jae rhim berlari menuju tempat konser sambil membawa suratnya tanpa melihat lampu penyeberangan, tanpa mempedulikan mobil yang melaju kencang, dipikirannya hanya ada kau dan kau, hal itu lah yang membuatnya kehilangnya semuanya, kau membuatku kehilanganya” jae eun berjalan mendekati do joon yang terduduk lemas
“kau tahu bagaimana rasanya melihat orang yang memiliki wajah sepertimu sekarat? Bagaimana rasanya melihat seseorang orang yang kau sayangi berlumuran darah? Bagaimana rasanya melihat saudarahmu meninggal dihadapanmu”
“hentikan! Ku mohon hentikan” do joon menutup telingahnya
“kau tahu? Ia sangat mencintaimu melebihi dirinya sendiri”. ‘ya, aku tahu karena itu aku memutuskannya agar ia tak menderita terus disampingku, tapi mengapa malah jadi begini? Jae rhim mianhae, saranghaeyo’
………………………………………………………………………………………………………
‘Ini tempat yang sama tapi kenapa terasa berbeda? Mungkin karena tak ada kau, tak ada kau jae rhim’ do joon memejamkan matanya menbayangkan sosok jae rhim disampingnya
‘oppa apa kau mencintaiku?” ucap yeoja disampingnya’ya, aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu jae rhim’
Darah segar mengalir dari pergelangan tangan kiri do joon, jika jae eun tak menemukannya yang tergeletak dibangku taman mungkin do joon sudah mati.
……………………………………………………………………………………………………..
“oppa nado saranghae, mohon jangan melakukan tindakan yang ceroboh”
“mianhae, mianhaeyo jae rhim”
“anni, aku mencintai oppa aku tak menyesal dengan apa yang terjadi”
“mianhae aku selalu membuatmu menderita”
“oppa apa kau tahu? Berada disismu juga mencintaimu merupakan hal terindah di dunia ini, aku akan menunggumu, lanjutkan hidupmu, oppa saranghae~”
“ne, nado saranghae jae rhim, saranghae~”
………………………………………………………………………………………………………
02:00 PM
Rumah sakit Cube
“do joon hyung, bagaimana keadaanmu?” jun hyung menatap do joon cemas
“lumayan sakit” ucap do joon menunjukkan pergelangannya yang terluka dengan senyum pucatnya
“membuat orang cemas saja, apa kau tahu semua heboh mendengar kau memotong pergelangan kirimu, apa kau berencana bunuh diri?”
“awalnya ya, tapi akan ada seseorang yang menangis dan seorang lagi yang tak mengingikan aku melakukannya” do joon menatap jae eun yang sedari tadi di sebelah jun hyung, ia tahu yeoja ini menjaganya semalaman terlihat dari kedua mata jae eun yang sembab entah karena bergadang atau karena menangis semalaman.
“kenapa kau disini? Siapa yang memimpin latihan hari ini?”
“masih ada gi kwang” jawab jun hyung malas
“YAKHH cepat pergi latihan”
“araseo, tapi janji jangan melakukan hal bodoh lagi hyung”
“cieehh cepat pergi sana”
“ne, jae eun aku titip do joon hyung ya?” jae eun tak menjawab tapi ia melihat  infus do joon dan menggantinya dengan yang baru.
“gomawoo” ucap do joon ke jae eun
“aku tak melakukannya untuk mu, ini untuk jae rhim”
“aku tahu, tetap saja harus berterima kasih, apa kau tak merasa lelah berbohong jae eun?” jae eun menatap do joon bingung
“wae??”
“kau menyukainyakan? Kau menyukai jun hyung, iyakan?” jae eun mengecilkan pandangannya kearah do joon
“baboo” ucapnya menghindari pandangan do joon
“aku baru ingat, jae rhim pernah bercerita ia memiliki saudarah yang sangat menyukai jun hyung, bahkan kau mengoleksi photo jun hyung dihp mu itu yang jae rhim katakan tentanganmu, bagaimana rasanya berpelukan dengan jun hyung?” do joon mencoba menggoda jae eun, ia dapat melihat wajah jae eun memerah karena malu.
“aku tak mengerti kenapa jae rhim bisa menyukai orang yang sangat menyebalkan sepertimu?”
“hahahaha, kau marah?”
“siapa yang peduli”
“jae eun bagaimana perasaanmu dan jae rhim kepadaku?”
“jae rhim mencintai sementara aku membencimu”
“hahahahaha, kau sangat manis”
“dasar gila!”
“perasaan jae rhim dan kau terhadap jun hyung??” jae eun menatap do joon dalam kemudian menjawab.
“ia tak akan meyukai jun hyung karena aku menyukai jun hyung”
“aku mengerti, saudarah kembar yang baik”
FIN~~                      


Selasa, 09 Agustus 2011

My FanFiction


ini  karya ku setelah sekian lama, akhirnya aku membuat FF tentang salah satu member 2PM chansung, si Chanana ini memang seorang namja yang tinggi, ganteng plus keren. ceritanya agak rumit sich, semoga readers sekalian mengerti jalan ceritannya. yohaa~ selamat membaca 
I’m yours
Author     : Little Mawang
Gendre     : Romance
Cast        : Chansung 2PM
Staring    : Yoona, Suzy, UEE, Min
_____________________________________________________________________________
I’m yours
Oktober, 13’st 2010
 “jie young kau disini?”
“ah chaerin onnie, apa kabar?”
“baik, lalu siapa yang ku lihat bersama chansung tadi?”
“eum?? Maksud onnie?”
“aku melihat chansung menonton konser di lapangan kampus bersama seorang wanita, aku kira itu kau ternyata bukan ya” chaerin onnie tersenyum terlihat sedikit dipaksakan, mungkin untuk menutupi rasa bersalahnya.
“ah itu mungkin teman satu jurusannya”
“eum pasti begitu ah jie young, onnie pergi dulu ya masih banyak urusan”
“eum, sampai jumpa onnie” chaerin onnie merupakan seniorku waktu di SMA dan kebetulan ia juga memilih jurusan dan kampus yang sama denganku. Hah~ lagi-lagi chansung berjalan dengan wanita lain kemarin suzy sekarang yoona ku rasa besok harinya untuk UEE, kenapa ia selalu melakukan ini padaku? Kalau tak menyukaiku lagi lebih baik putuskan? ia selalu begitu seenaknya saja memperlakukanku, mestinya ia tak menerima cintaku? Mungkin karena aku yang menyatakan cinta duluan ia memandang rendah padaku. Awalnya ku pikir hanya dengan memilikinya dan mencintainya itu sudah cukup, ternyata aku salah aku egois aku juga ingin ia mencintaiku, aku juga ingin ia mengakuiku sebagai pacarnya. Yah chansung-ah tak bisakah kau mencintaiku walau hanya sejam, ah tidak cukup 5 menit saja itu sudah cukup.
Flashback
“I I itu chansung-ah”
“eum? Kenapa?” ia membungkukkan badannya membuat kepalanya sejajar dengan tubuhku yang pendek ini, ia semakin membuatku grogi omo~ bagaimana ini?
“ itu a a a ap ap apa boleh aku menjadi kekasihmu?” aku merendahkan suaraku, apa yang ku lakukan? Hiks kenapa aku bisa berbicara demikian? Aduh dasar jie young bodoh!!, ia berdiri tegak dan membelakangiku. Benarkan ia tak mungkin menyukaiku, ‘Yah jie young-ah kau hanya mempermalukan dirimu sendiri’.
“ah maaf chansung, yang tadi tak usah dipikirkan aku hanya asal bicara” memalukan, setelah ini aku tak tahu harus bagaimana jika bertemu dengannya.
“apa kau yakin?”
“apa?”
“apa kau yakin ingin menjadi pacarku?” ia menatapku serius semakin membuatku tak enak saja.
“eum” aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dan berharap cemas mendengarkan lanjutan dari perkataannya. Tuhan tolong aku, aku ingin memilikinya, aku mohon berikan ia padaku.
“kau tahu aku kan? Aku suka membuat masalah, berkelahi, memukul dosen belum lagi sikapku yang keras kepala, aku juga memiliki banyak teman wanita, aku seorang idola remaja yang selalu menjadi sorotan public, apa kau yakin bisa menghadapi semua ini?”
” benar juga chansung itu idola, maknae 2PM yang selalu dicintai fans nya tapi yang ku sukai bukan chansung  yang seorang idola, aku menyukai chansung yang berdiri dihadapanku sekarang”
“aku tak mengerti maksudmu?” aku juga tak mengerti apa yang ku bicarakan? Tapi setidaknya aku tak ingin berbohong pada diriku sendiri.
“aku juga tidak tahu apa yang ku katakan? Sepertinya sulit dijelaskan, tapi selama ini aku telah menyukai chansung bahkan sebelum kau mengenalku, sebelum kau menjadi bagian dari 2PM”
“hah? Kau ini aneh, lalu kapan kau mulai menyukaiku?”
“saat umurku 10 tahun” ucapku malu-malu
“benarkah sudah selama ini? Wow kau menggilaiku ya” ia tersenyum membuatku semakin grogi
“kenapa kau menyukaiku?” kenapa? aku juga bingung kenapa aku menyukainya ya? Ku rasa tak ada alasan untuk membencinya.
“karena kau tampan, tinggi, keren dan….”
“dan apa?”
“kau terlihat seperti appaku”
“appamu?” ia menatapku bingung.
“eum wajahmu sangat mirip appaku” jawabku polos
“hei apa kau father complex?”
“apa itu?”
“hah~ sudahlah, kau memang wanita yang sangat aneh” ya inilah akhir dari penyataan cintaku.
“tapi tak ada salahnya jika dicoba?” dicoba?
“apa itu maksudnya aku?”
“ya kau boleh menjadi kekasihku” apa aku bermimpi? Ku cubit kedua pipiku untuk menyakinkan semua ini nyata
“AAhkk”
“Yahhh! Kenapa kau mencubit pipimu sendiri? Kau ingin melukai dirimu sendiri? Dasar bodoh!!” ia memarahiku sambil mengelus kedua pipiku, omo~ kenapa ia sangat tampan?
“a a aku tak apa-apa” aku berusaha menjauhi tubuhnya.
“hahaha kau ini sangat lucu, tak usah begitu canggung denganku, kalau kau begitu terus aku malah merasa tak nyaman didekatmu” aku tak mengerti apa yang ia katakan?
“tapi kenapa menerimaku? Apa kau juga menyukaiku?” ia terdiam sejenak dapat kulihat ekspresi wajahnya berubah.
“entahlah, aku pun tak tahu tapi bagiku kau sangat menarik” menarik? Apa itu berarti ia jadi terpikat padaku?
“oh ya kalau nanti kau telah merasa bosan, merasa tak nyaman disampingku dan mulai merasa tersakiti oleh ku kau boleh berhenti menyukaiku dan kau boleh mencari pacar yang lain”
End flashback
Sekarang aku mengerti semua perkataannya padaku, apa ini saatnya aku berhenti menyukainya? apa ini saatnya aku mencari orang lain? Sayangnya aku tak menyukaimu chansung aku mencintaimu sangat mencintaimu dan tak pernah berhenti mencintaimu, aku harus bagaimana? Tolong katakan padaku! Walau aku bosan selalu kau acuhkan, walau aku telah merasa tak nyaman disampingmu, walau aku tersakiti olehmu hatiku tak bisa berhenti mencintaimu. Apa hanya aku yang mencintaimu? Apa kau tak mencintaiku? Kadang hatiku lelah, lelah sikap mu. Aku sudah gila, kau tahu semua kegilaan ini adalah kau.
“gukk gukk” suara anjing peliharaanku menyadarkanku.
“dogchan kau disini, kemari!” ia menuruti semua perintahku
“apa kau ingin bermain? Tapi saat ini aku tak ingin” ku elus tubuhnya, rambut tubuhnya sangat halus aku sangat suka saat tidur bersama dogchan. Dogchan menjilati tanganku
“maaf ya saat ini hatiku buruk, appa juga belum pulang sangat sepi hanya kau dan aku, aku rindu appa, apa kau juga merindukannya?” tak ada jawaban dogchan masih saja menjilati tanganku, ku peluk erat ia, tubuhnya sangat besar bahkan lebih besar dari boneka beruang yang diberikan appa saat ultahku yang ke 10. Apa appa baik-baik saja ya? Kenapa tak menelpon? Padahal aku ingin menceritakan semuanya pada appa, padahal ini hari ulang tahunku apa appa melupakannya? Tak hanya appa chansung juga melupakannya. Ternyata tak ada yang peduli padaku
Tess…!!
Entah mengapa air mataku menetes? Padahal aku tak ingin menangis, aku menangis sambil memeluk tubuh dogchan
“maaf dogchan aku pinjam tubuhmu sebentar” seperti mengerti perkataanku dogchan tak bergerak sedikitpun, ia membiarkanku menangis di tubuhnya. kenapa hanya kau yang peduli padaku? Kenapa hanya seekor anjing yang peduli padaku? Aku benar-benar kesal!! Appa dan chansung keduanya tak ada yang menghubungiku sekedar mengucapkan selamat ulang tahun saja, mereka jahat sangat jahat sebentar lagi sudah jam 12 malam itu berarti hari ulang tahunku sudah lewat.
Tik tok
Tik tok
Tik tok
Suara jam dinding semakin menusuk jantungku, membuatku sakit. Sudah lewat, sudah berakhir mereka mengucapkannya, mereka keterlaluan!! Kenapa tak ada yang ingat ini hari ulang tahunku?
Dogchan sepertinya ia tak mencintaiku? Kenapa hatiku begitu sakit? Kenapa ia sangat berbeda dari orang yang kulihat dulu, saat umurku 5 tahun itu pertama kali aku melihatnya, ia yang berlarian ditaman bersamamu dan appa yang menghampirinya dan membelai kepalanya, aku tak tahu kenapa appa dan ia sangat mirip di mataku? Aura appa dan ia sama. Appa tak pernah terlihat begitu gembira selama denganku dan umma tapi ketika bersamamu, berlari mengejarmu appa sangat telihat gembira kenapa begitu? Aku pun tak tahu.
Saat umurku 10 tahun aku satu sekolahan dengannya, aku hapal wajah itu, senyum itu juga mata yang mirip appa itu. tanpa sepengetahuannya aku selalu mengikuti kemana ia pergi, mata dan tubuhku tak bisa lepas darinya. Saat melihat ia menangis untuk pertama kalinya saat itu pula aku menyukainya, ia yang terlihat begitu tegar ternyata bisa menangis juga ia yang menangis sambil menaruh sebuah kotak di depan klinik hewan appa, ia menangisi mu dogchan, dogchan kecil yang kedinginan. Aku merengek pada appa untuk mengobatimu dan membiarkanmu tinggal bersama kami, aku ingin kau menjadi penghubung antara aku dan ia.
Ia satu-satunya, hanya  ia yang ku cintaiku, aku harus bagaimana agar ia juga mencintaku? Memang benar ia adalah kekasihku tapi tak pernah sekalipun ku dengar kata cinta atau sayang darinya. Aku mengerti ia bukanlah orang yang begitu mudah mengucapkan hal-hal seperti itu tapi tak bisakah ia lebih dekat padaku, ia lebih memilih mendekati wanita-wanita lain di kampus, aku bosan dengan perasaan sakit ini ketika melihat atau mendengar kau berjalan dengan yang lain saat ku tanyakan kau malah dengan enteng menjawab ‘ia hanya temanku’ kau sudah begini aku tak bisa menjawab lagi aku takut jika aku meneruskannya aku akan kehilanganmu.
“jie young itu chansung kan?” aku melihat arah yang di tunjukkan chae rin onnie, ya benar itu chansung. Ia berjalan dengan UEE, mereka semakin mendekati kami.
“ya itu chansung dan UEE, onnie” aku memaksakan untuk tersenyum
“apa tak seharusnya kau menegurnya”
“ah tak perlu, sepertinya ia sibuk” melihatnya dengan tertawa dengan wanita lain sangat menyakitkan, kenapa kau tak pernah seperti itu padaku?
“chansung, apa kabar?” chae rin onnie menyapanya, aku berusaha memperlihatkan senyumku padanya walau ini sangat sakit
“baik noona, bagaimana dengan noona sendiri?” chansung tak mempedulikanku sama sekali
“baik, jie young apa kau..?”
“maaf noona lain kali kita sambung lagi, sebenarnya dosen tadi memanggilku jadi aku harus bergegas” belum sempat chae rin onnie menyelesaikan perkataannya chansung telah memotongnya.
“kalau begitu sampai jumpa noona, jie young” ia bergegas keruang dosen sambil menggenggam tangan UEE
“padahal aku hanya ingin menyuruhmu bersamaanya, akhir-akhir ini hubungan kalian tak baik ya?”
“ah tidak onnie, kita hanya sedikit sibuk jadi tak bisa sering bersama”
“begitu, syukurlah” aku memandangi bayangannya yang semakin jauh. Sebenarnya aku ini apa bagimu? Aku lelah chansung kenapa kau selalu begini padaku?
Setiap kali ku ajak bertemu kau tak memiliki waktu, tapi kau selalu punya waktu untuk wanita lain, apa kau telah bosan kepadaku? Sebenarnya apa salahku? Aku bosan selalu menunggumu mengucapkannya, baiklah akan ku katakan semuanya aku sudah lelah padamu chansung, kau hanya bisa menyakitiku.
Ku cari tahu alamat rumahnya memang selama ini ia tak pernah mengatakan apa-apa mengenai rumah atau pun keluargannya aku juga tak ingin mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaanku, aku ingin mengakhiri semuanya aku tak sanggup lagi jika terus ia acuhkan. Sebuah rumah yang mewah aku hanya berdiri menatapnya sambil terkagum-kagum ternyata chansung sangat kaya, aku melihat sepasang suami istri sedang menikmati tehnya sepertinya itu orang tua chansung.
“permi…….” Kata-kataku berhenti ketika aku mulai menyadari ternyata pria yang menikmati teh itu adalah appaku sendiri, kenapa appa disini?
“apa tak mengapa jika kau terus disini?” tanya wanita yang di depan appa, ia sangat cantik seperti seorang model papan atas.
“tak usah dipikirkan, min-ah telah lama meninggal jadi tak ada yang perlu kau cemaskan istriku” istriku? Kenapa appa memanggilnya istri?
“tapi apa anaknya tak curiga? Sudah 3 bulan lebih kau tak pulang”
“entahlah, aku hanya merasa lebih bahagia jika bersama kau dan chansung” chansung? Apa-apaan ini?
“apa kau tak mencemaskan putrimu dengan min-ah?”
“entahlah aku hanya merasa kasihan padanya, ibunya telah meninggal dunia walau aku appa kandungnya tapi tak ada sedikitpun rasa sayang padanya, kau tahu kan aku hanya menikahi min-ah untuk mengambil rumah sakit hewan ayahnya, aku bersyukur saat min-ah meninggal karena aku dengan lebih leluasa bisa bertemu dengan kalian, berpisah dengan kalian merupakan penderitaan terbesarku” serasa petir menyambar tubuhku, aku mulai menyadari kenapa aku merasa chansung sangat mirip dengan appa, kenapa dulu appa sangat bahagia bersama chansung, chansung adalah anak appa bersama wanita lain, itu berarti aku dan ia kakak-adik. Umma bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bahkan appa tak menyayangiku? Sekarang aku mengerti mengapa umma selalu menatapku sedih sangat bersama appa? Mengapa appa selalu mengacuhkanku? Mengapa appa tak ingat pada hari ulang tahunku? Karena ia sama sekali tak menyayangiku. Aku membencimu appa, kau membuat umma menderita bahkan sampai matipun umma tetap menyayangimu tapi kau tak pernah peduli kau selalu menghilang dan aku yakin kau pasti bersama wanita ini. Kenapa aku dan umma harus menderita seperti ini? Dunia ini tak adil!!
Dengan langkah lunglai aku meninggalkan rumah chansung, aku kembali teringat saat aku pertama kali melihat chansung, kenangan saat menyatakan cinta padanya, saat kencan  walau aku hanya melakukannya 3 kali tapi itu cukup membuatku senang, kenangan saat kami ketaman hiburan merayakan ultah ku, ditahun berikutnya ditanggal dan bulan yang sama ia mengajakku kencan di taman pertama kali aku melihatnya bersama appa, tahun berikutnya juga ditanggal dan bulan yang sama  ia mengajakku menonton konsernya bersama members 2PM lainnya, kenapa harus kau yang menjadi saudarahku? Tuhan kenapa kau mempermainkanku? Dari semua orang yang ada dibumi kenapa harus ia? Apa chansung juga tahu tentang ini?
Brukk
Aku menabrak orang, tubuh tersungkur begitu lemahnya diriku sampai bisa terpental, segera aku berdiri menatapi orang yang ku tabrak, yang ku lihat hanya chansung yang berdiri menatapku dingin bersama seorang wanita, kali ini aku tahu siapa wanita ini?
“apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dingin
“tidak ada, hanya iseng jalan-jalan, siapa dia?”
“oh, ini min ia juga anak asuhan JYP Entertaiment” wanita itu tersenyum padaku, sangat cantik walaupun tubuhnya pendek sepertiku tapi ia memiliki aura yang berbeda, aku rasa chansung pun lebih cocok dengannya.
“oh ya chansung ada yang aku ingin katakan”
“ya katakan saja”
“aku sudah bosan, aku juga merasa tak nyaman disampingmu, kau hanya menyakitiku aku ingin mencari orang lain dan menjadi kekasih orang lain tak mengapa kan?” aku berusaha mengucapkannya tanpa ekspresi walau ini sangat sakit.
“begitukah, baiklah kita akhiri disini, semoga kau dapatkan kekasih yang lebih baik dan tak menyakitimu” kenapa memasang wajah sedih? Bukannya kau tak mencintaiku, dengan begini kau bisa dengan leluasa berjalan dengan wanita-wanita lain.
“ya kita akhiri disini, terima kasih telah mengizinkannya menjadi kekasihmu selama ini, terima kasih” aku segera membalikan  tubuhku, tidak! Jangan menangis didepannya jie young, kau hanya akan ditertawakannya.
“jaga dirimu” aku meninggalkannya begitu saja, tanpa melihatnya jika aku melihatnya aku tak yakin bisa melepasnya, lebih baik begini aku tak ingin menyakiti siapapun, lebih baik aku yang sakit.
Satu minggu sudah aku putus darinya, tak pernah ada kabar darinya juga appa? Mereka berdua sama saja, hanya bisa menyakitiku tapi aku tak bisa berhenti menyayangi juga mencintai mereka. Dogchan menempelkan tubuhnya di kakiku sepertinya ia ingin ku elus, ku peluk ia.
“sekarang hanya ada kita berdua dogchan, appa tak kan pulang karena ia telah memiliki keluarga yang lain, keluarga yang lebih utuh dan menyayanginya” ku elus-elus tubuhnya seperti biasa ia hanya diam membiarkanku memanjakannya.
“jika nanti ada seekor anjing yang kau sukai apa kau juga akan meninggalkanku? Dogchan aku mohon jangan tinggalkanku, yang aku miliki hanya kau, aku hanya punya dogchan didunia ini” tangis ku lepas, mungkin mataku sekarang bengkak seperti disengat lebah, aku juga  sudah tak masuk kuliah selama seminggu ini tak ada niat untuk belajar.
“dogchan maukah kau kencan denganku?”
“gukk gukk”
“aku anggap itu jawaban iya” aku membawa dogchan ke tempat aku melihatnya pertama kali, taman tempat aku pertama kali melihat chansung dan dogchan.
“sudah lama ya tak kemari, bagaimana perasaanmu dogchan?” tak ada jawaban dogchan malah berlari meninggalkanku segera ku kejar ia sebelum jauh
“hei dogchan tunggu aku” aku mengejar dogchan, kenapa ia sangat bersemangat? Baiklah dogchan kita akan bermain kejar-kejaran sepuasnya.
“guk gukk guukk”
“hei dogchan jangan mengganggu orang” entah mengapa dogchan menggonggong seperti ini biasanya ia sangat baik dan diam.
“dogchan jangan seperti itu” sekarang dogchan menggigit ujung baju orang yang tertidur dibawah sebuah pohon
“dogchan jangan” aku berusaha melepaskan gigitan dogchan, kenapa juga ni orang tiduran disini? Belum lagi kakinya yang begitu panjang menghalangi orang berjalan saja.
“dogchan jangan!!”
“biarkan saja mungkin ia menyukainya” orang ini bangun, melepaskan topi yang selama tadi menutupi wajahnya, suara ini aku sangat mengenalnya? Bukankah ini suara chansung.
“chansung?” ia tersenyum  padaku, senyum yang selama ini ingin ku lihat, kenapa baru sekarang ia berikan?
“Yahh!! Bukankan itu kau dogchanku” ia berteriak heboh melihat dogchan, dan entah mengapa dogchan begitu bersemangat melihatnya, benar aku rasa ini waktunya mengembalikan dogchan padanya, toh pada awalnya dogchan memang miliknya, dogchan juga terlihat gembira bersamanya.
“benar itu dogchanmu”
“jadi selama ini kau mengurusnya, aku kira ia sudah mati, umma tak menyukai hewan hanya aku dan appa yang menyukai hewan karena itu saat dogchan sakit aku membawanya sendiri ke sebuah klinik hewan tapi aku tak punya keberanian dan uang hingga harus meninggalkannya di depan klinik, maafkan aku ya dogchan” berbohong kau membawanya pada appamu kan? Kau ingin appamu menolongnya tapi kau tak berani masuk karena umma ku juga bekerja diklinik itu, berarti kau juga mengetahuinya, kenapa kau berbohong selama ini? Apa kau memang bermaksud menyakitiku?
“kau boleh membawanya pulang” chansung menatapku serius
“apa benar boleh?”
“ya, pada awalnya ia adalah milikmu, ummamu juga sekarang tak kan membencinya lagi karena ia juga seorang istri dokter hewan”
“kau?” kenapa begitu terkejut mendengar penyataanku? Aku benarkan?
“bagaimana kau tahu?”
“seminggu yang lalu aku kerumahmu, melihat seorang dokter hewan yang sangat ku kenal disana aku mengerti satu hal ternyata dunia ini begitu kejam padaku”
“jie? Kau mengetahuinya?” ia berdiri menatapku
“tahu apa? Tak ada yang ku ketahui selain appa yang selama ini aku hormati ternyata memiliki anak dari wanita lain, seorang namja yang selama ini aku cintai ternyata membohongiku dari pertama bertemu” ia hanya bisa diam, dogchan hanya berdiri disampingnya tanpa melakukan apa-pun.
“kenapa kau dan appa sangat jahat pada ummaku dan aku? Apa salah kami?” air mataku mengalir deras
“jie….”
“kenapa dari semua pria dibumi ini harus kau yang menjadi saudarah ku? Kenapa semua mempermainkanku?”
“maafkan aku, saat pertama kali melihatmu bersama ummamu di klinik aku telah menyukaimu, tak ada niat menyakitimu sama sekali, aku benar-benar menyukaimu, kau yang tersenyum pada semua hewan di klinik appa begitu cantik”
“pembohong!!” aku membentaknya
“apa aku pernah berbohong padamu? Aku hanya tak mengatakan yang sebenarnya tak ada niat untuk membohongimu, ini juga sulit untukku, appa melarangku mendatangi kliniknya karena disana ada keluarga yang lain ia takut jika keberadaan kami diketahui oleh kakekmu, jika kakekmu tahu appa memiliki istri dan anak selain kau pasti ia akan membunuh appa”
“jika ia mencintai ummamu kenapa menikahi ummaku, umma sudah tahu tapi ia membiarkan appa karena ia mencintainya tapi apa yang appa lakukan ia lebih sering pergi ke tempat kalian kan?” chansung mendekatiku
“jangan mendekat, kau hanya menyakitiku!! Aku membencimu juga appa”
“maaf maafkan aku, tolong jangan membenciku jie aku mencintaimu, sangat mencintaimu”
“kau sangat menjijikan chansung, bukankah kau tahu kita saudarah”
“YAHHKK!! Jangan katakan lagi, aku dan kau bukan saudarah kau adalah kekasihku selamanya akan begitu”
“kau sudah gila!!”
“ya aku gila karenamu, saat kita bertemu di sekolah dasar kau tahu begitu gembiranya aku tapi aku sangat sedih begitu mengetahui kau juga anak appaku, aku hampir gila kenapa dari semua wanita di dunia harus kau? Aku juga membenci appaku karena hal ini, aku memaki diriku sendiri!! Aku berpikir untuk melupakanmu tapi saat kau menyatakaan perasaanmu aku sangat senang aku semakin ingin memilikimu, aku tahu ini salah tapi yang ku ingin hanya kau, aku harus bagaimana? Tolong katakana padaku!!” karena itu kau mengacuhkanku? Kau berusaha tak mencintaiku, apa kau sangat menderita chansung?
“aku mencintaimu, sangat mencintaimu, kau milikku” ia berusaha memelukku, tapi aku menolaknya aku mulai risih padanya
“lepaskan aku”
“kenapa? apa kau tak mencintaiku?”
“ya, berhentilah menyakiti dirimu sendiri chansung, aku mulai merasa jijik padamu”
“hahaha kau jijik” ia tertawa tapi justru terdengar menakutkan
“karena aku saudarahmu? Kau merasa jijik, yahkk!!!”
Bukkk
Ia memukul pohon dibelakangnya, dapatku lihat darah segar mengalir dari sikut jarinya,
“sial kenapa ini terjadi padaku?” ini pertama kalinya aku melihatnya marah dan kesal.
“baiklah setelah ini kau bisa menganggapku saudarah tapi biarkan aku menyentuhmu sekali ini saja” chansung mendekatiku, aku mulai takut pada sikapnya ini aku berusaha menjauhinya.
“hah~ baiklah, setelah ini kita akan menjadi saudarah” ia mengacak-acak rambutku memperlakukanku seperti anak kecil, dulu ia selalu begini padaku.
“guk gukk gukk” ia pergi meninggalkanku, gonggongan dogchan pun tak dihiraukannya, jika nanti terlahir kembali tolong jangan jadi saudarahku.
Ini terakhir kali aku melihatnya, ia yang berbaring tenang dengan senyum pucatnya masih terlihat tampan, ia selalu tampan, kekasih ku ini selalu tampan.
“chansung anakku kenapa kau begitu cepat pergi?” appa menangisi kepergian chansung, apa jika aku yang mati kau juga akan menangis appa?
Pemakaman akan segera dimulai, kenapa kau begitu ceroboh? Kenapa mengendarai motor saat mabuk? Apa kau sangat ingin mati? Aku mendekati peti matinya, ku lihat chansung yang memakai setelan jas lengkap, kenapa saat mati pun kau sangat tampan? Ku dekatkan bibirku dengan telingahnya.
“chansung-ah jika terlahir kembali maukah berjanji? jangan pernah memiliki appa seberengsek ia, jangan pernah berbohong padaku, jangan pernah mengacuhkanku dan jangan pernah menjadi saudarahku, dengan begitu aku bisa menjadi milik mu, kau harus berusahalah menjelaskan pada Tuhan berusahalah meminta pada-NYA untuk tak menjadikan kita saudarah karena aku tak ingin dimiliki orang lain, kau mengerti!”
Ku kaitkan jari kelingking ku pada jari kelingkingnya
“finger swear!! Aku akan menunggumu”
Oktober, 13’st 2035
Ini  ulang tahunku yang ke 20 seperti biasa namja ini selalu memberiku kejutan, ia membawaku kesebuah taman dan memberiku sebuah kado
“apa isinya?”
“coba tebak saja”
“ehhmm baiklah pasti kalung berlian”
“salah, tak perlu kotak sebesar ini untuk kalung yang kecil”
“baiklah, rumahkah? Atau mobil?”
“dasar cewek matrek!!”
“wae?? Jahatnya” aku mengembungkan kedua pipiku, membuatnya gemas dan malah mencubitnya
“yakhh sakit tahu”
“araseo, baiklah kau buka sendiri kado mu” seekor anak anjing yang melompat kearahku
“anjing?”
“eumm, kau suka?”
“ne sangat suka”
“namanya dogchan”
“dogchan?”
“ya, supaya kau ingat terus padaku”
“oh, maksudnya anjingnya chansung begitu”
“yuppzz anda benar, apa kau senang jie young?”
“ne, sangat senang terima kasih sudah menjadi milikku chansung”
“hah? Kau ini mana bisa aku membiarkan kau menjadi milik orang lain, aku sangat mencintaimu”
“aku juga suka chansung”
“hanya suka?”
“anni aku sangat sangat mencintai chansung”
Entah mengapa aku sangat mencintai namja yang bernama chansung ini, sejak pertama kali melihatnya aku merasa sudah sejak lama mengenalnya. Aku sangat bahagia memiliki namja chingu sepertinya, ia sangat tampan dan memperhatikanku.
FIN~~`